Air Garam Dinilai Bisa Obati Gejala Awal Corona, Ahli Beri Penjelasan Lewat Penelitian
Health

Air garam dinilai mampu untuk mengatasi gejala awal virus corona (COVID-19), sejumlah ahli langsung melakukan penelitian dan menjelaskan mengenai kemungkinan ini.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini masih menjadi momok yang menakutkan di dunia. Sejumlah negara pun berlomba-lomba untuk terus melakukan penelitian demi menemukan obat hingga vaksin virus asal Wuhan, Tiongkok ini.

Penelitian terbaru mengungkapkan jika air garam memiliki potensi besar untuk mengobati gejala awal virus corona. Penelitian ini mengacu pada penemuan sebelumnya yang ditemukan pada 2019 lalu, dimana berkumur atau membersihkan hidung dengan larutan air garam bisa mengurangi gejala batuk.

Ilmuwan dari Universitas Edinburgh lantas melakukan uji coba untuk mengetahui fungsi larutan garam dalam mengobati gejala awal COVID-19. Para peneliti akan memulai uji coba dengan merekrut orang dewasa di Skotlandia yang memiliki gejala virus corona.

Selanjutnya, peserta akan dibagi menjadi dua kelompok dalam penelitian ini. Kelompok pertama akan melakukan uji coba larutan air garam dalam menghilangkan gejala awal COVID-19. Sedangkan kelompok kedua akan melakukan perawatan yang biasa dilakukan pada pasien virus corona.


Peneliti juga mengaku tidak terlalu khawatir dengan uji coba yang cukup membahayakan nyawa mereka. Pasalnya, para peneliti mengklaim pasien yang melakukan uji coba dengan larutan air garam lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan virus corona. Hal ini terjadi karena viral load atau jumlah virus pada kelompok uji coba air garam ini diyakini lebih sedikit.

”Kami sekarang bergerak untuk menguji intervensi air asin kami pada mereka yang diduga atau dikonfirmasi COVID-19,” jelas Direktur University's Usher Institute, Profesor Aziz Sheikh seperti dilansir dari The Sun pada Kamis (25/6). “Dan berharap itu akan terbukti menjadi langkah yang berguna untuk mengurangi dampak dan penyebaran infeksi.”

”Ini hanya membutuhkan garam, air dan beberapa pemahaman tentang prosedur sehingga seharusnya,” sambungnya. “Jika terbukti efektif, mudah dan murah untuk diterapkan secara luas.”

Berdasarkan data dari badan statistik Worldometers hingga Kamis (25/6), kasus virus corona secara global telah mencapai 9.504.215 kasus. Angka kematian di dunia kini berjumlah 483.681 kasus atau naik lebih dari 4 ribu dalam sehari. Sedangkan 5.161.054 pasien dinyatakan sembuh.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait