Republik Demokratik Kongo secara resmi mengumumkan bebas dari epidemi ebola yang di tengah wabah COVID-19. Kabar ini pun disambut baik oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
- Nidya Putri
- Jumat, 26 Juni 2020 - 09:42 WIB
WowKeren - Republik Demokratik Kongo secara resmi mengumumkan bebas dari epidemi ebola yang di tengah wabah corona (COVID-19). Adapun wilayah yang bebas adalah bagian timur negara tersebut.
Wabah Ebola sendiri telah menwaskan sekitar 2.000 orang dalam waktu dua tahun. Menteri Kesehatan Kongo Eteni Longondo mengatakan wabah itu merupakan 'yang terlama, terkompleks, dan paling mematikan' sepanjang sejarah 60 tahun.Berdasarkan jumlah kematian, wabah Ebola di Kongo hanya lebih rendah ketimbang Afrika Barat yang telah mengklaim nyawa 11.300 orang.
Pada 1 Juni lalu, ketika epidemi di bagian timur telah berkurang wabah baru di wilayah barat laut negara justru muncul. Usai 42 hari, wilayah timur saat ini sudah tak lagi melaporkan kasus Ebola.
Diketahui, keberhasilan ini sendiri didapat berkat vaksin dan perawatan yang efektif yang secara dramatis meningkatkan tingkat kelangsungan hidup. Pernyataan membahagiakan Kongo ini rupanya turut direspon oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
WHO pun mengucapkan selamatnya melalui unggahan Twitter. Bahkan Direktur Regional WHO Afrika, Matshidiso Moeti pun menyebutkan jika usaha tersebut tak mudah. "Itu tidak mudah dan kadang-kadang sepertinya misi mustahil," katanya.
Sebelumnya, Kongo dan Ebola sempat menjadi trending topic di lini masa Twitter usai mengumumkan adanya kasus baru di tengah wabah COVID-19. Seperti yang diketahui, Kongo memang telah berjibaku dengan wabah Ebola sejak Agustus 2018. Ebola sendiri telah dideklarasikan WHO pada Juli 2019 sebagai 'darurat kesehatan internasional.
Wabah Ebola terbesar dalam sejarah terjadi di Afrika Barat dari 2013-2016. Peristiwa ini menewaskan lebih dari 11.300 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.
(wk/nidy)