Seorang wanita asal Amerika Serikat membagikan video saat bayinya yang masih berusia 8 bulan dilemparkan ke dalam kolam renang. Aksi wanita ini langsung mendapat banyak kecaman dari publik.
- Marina Larasati
- Sabtu, 27 Juni 2020 - 12:09 WIB
WowKeren - Seorang ibu di Amerika Serikat belakangan jadi perbincangan hangat usai videonya yang memperlihatkan bayinya berusia 8 bulan dilempar ke kolam renang tersebar di media sosial. Aksi tak biasa yang dilakukan oleh wanita ini membuat publik meradang.
Wanita yang bernama Krysta Meyer ini diketahui telah membuat video tersebut pekan lalu. Ia mengunggah video momen menghabiskan waktu bersama bayinya di kolam renang anak-anak Little Fins, Colorado Springs. Perempuan berusia 27 tahun ini rupanya mendaftarkan anaknya, Oliver, ke kelas bertahan hidup khusus bayi.
Dalam video yang ia unggah di TikTok, nampak seorang instruktur berdiri di tepi kolam renang, menggendong Oliver. Tak lama kemudian, si jabang bayi yang terlihat hanya berbalut celana pendek, langsung dilempar ke kolam.
Badan Oliver sempat tenggelam beberapa detik. Ia lalu perlahan muncul ke permukaan dengan posisi terbaring, tangan dan kakinya mengepak, seolah berusaha untuk bertahan agar terus mengambang. Setelah dibiarkan sepersekian detik, instruktur yang telah berada di dalam air tersebut menangkap tubuh bayi mungil tersebut dan menggendongnya.
Dari balik kamera, Meyer bersorak-sorai melihat aksi anaknya mengapung di kolam renang. "Oliver membuatku takjub setiap minggu," tulis Meyer dalam unggahannya. "Aku tidak percaya dia baru belajar dua bulan dan cepat sekali. Dia adalah ikan kecil."
Begitu dibagikan ke TikTok, Meyer mengatakan menerima banyak respon dari warganet seiring dengan videonya yang ditonton hingga puluhan juta kali. Tanggapan yang diberikan warganet pun beragam. Beberapa disebutkan memuji, sementara lainnya mengutuk apa yang dilakukan Meyer terhadap anaknya.
Seorang warganet yang tak setuju dengan apa yang dilakukan Meyer, menyemat pesan, "Jatuhkan dia seperti sabun mandi." "Bocah kecil ini tidak berenang, dia berjuang untuk hidupnya," kata warganet lain.
Belakangan Meyer merasa terganggu dengan respon negatif yang ia dapatkan. Ia menyebutkan mendapatkan pesan "gila" berupa ancaman. Untuk mengurai situasi buruk terkait apa yang ia lakukan terhadap Oliver, Meyer berencana membuat sebuah video YouTube soal kelas berenang dan mengapa hal itu dilakukan.
"Aku akan beristirahat dari sosial media selama beberapa hari setelah membuat video ini karena situasi saat ini benar-benar mengerikan," ujar Meyer dikutip dari Suara, Sabtu (27/6).
Pihak kelas berenang Sirip Kecil Lauri Armstrong menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan di kelas, termasuk melempar bayi ke kolam, merupakan hasil dari pengamatan kondisi sang bayi. "Kami tidak memasukkan bayi sampai kami tahu mereka siap," katanya.
Salah satu pendiri PPCD, Jenny Bennett, mengatakan cukup terkejut saat menyaksikan video TikTok Meyer. Ia mengatakan jika hal ini sangat berisiko.
"Tidak terlalu tinggi saat anak dijatuhkan ke air, tapi aku melihat di sejumlah fasilitas di mana anak dipegang terbalik dan dijatuhkan," kata Bennet. "Itu sangat tidak realistis dan berpotensi menyebabkan bahaya."
(wk/lara)