BREAKING: COVID-19 RI Capai 54.010 Kasus, Jatim Lagi-Lagi Sumbang Angka Terbanyak
Reuters
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah Indonesia melaporkan 1.198 kasus positif COVID-19 pada Minggu (28/6), sehingga totalnya mencapai 54.010 pasien. Provinsi Jawa Timur kembali menyumbang kasus positif tertinggi.

WowKeren - Pemerintah Indonesia melaporkan 1.198 kasus positif COVID-19 pada Minggu (28/6), sehingga totalnya mencapai 54.010 pasien. Provinsi Jawa Timur kembali menyumbang kasus positif tertinggi.

Dari jumlah tersebut, 22.936 kasus di antaranya telah dinyatakan sembuh dengan 2.754 meninggal dunia. Pasien sembuh bertambah sebanyak 1.027 orang, sementara pasien meninggal bertambah 34 orang.


Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyampaikan bahwa pada hari ini, pemerintah Indonesia telah melakukan pemeriksaan COVID-19 terhadap 17.230 spesimen. Dengan demikian, total spesimen yang telah diperiksa hingga hari ini telah mencapai 770.600.

BREAKING: COVID-19 RI Capai 54.010 Kasus, Jatim Lagi-Lagi Sumbang Angka Terbanyak

Source: YouTube/BNPB Indonesia

Kasus positif COVID-19 paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah serta DKI Jakarta. Jawa Timur sendiri sejak beberapa hari yang lalu menjadi wilayah dengan kasus positif tertinggi mengalahkan DKI Jakarta.

Hari ini, Provinsi Jawa Timur melaporkan 330 kasus baru sehingga totalnya mencapai 11.508 pasien. Data pasien sembuh bertambah 101 orang. Namun Jawa Timur mencatat kasus kematian tertinggi mencapai 831 pasien meninggal.

Jawa Timur diikuti Sulawesi Selatan dengan kasus baru sebanyak 192 dan 60 pasien sembuh. Jawa Tengah mencatat 188 kasus baru dan 14 pasien sembuh. Sedangkan DKI Jakarta hari ini melaporkan 125 kasus baru dan 255 pasien sembuh.

Sejauh ini, Indonesia masih yang terbanyak untuk jumlah kasus positif COVID-19 di Asia Tenggara, mengalahkan Singapura sejak beberapa pekan lalu. Kendati demikian, pemerintah telah bersiap menerapkan new normal dengan membuka sejumlah sektor untuk memulihkan perekonomian yang merosot akibat pandemi.

Pembukaan beberapa sektor diikuti oleh dicabutnya larangan kegiatan masyarakat. Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa langkah ini akan tetap dibarengi dengan pembatasan dan protokol kesehatan. Masyarakat tetap diwajibkan untuk menjaga jarak sosial dan memakai masker guna mencegah penularan COVID-19.

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts