NasDem Tanggapi Isu Ahok Jadi Menteri: Jangan Bikin Kontroversi
Instagram/basukibtp
Nasional
Ancaman Reshuffle Kabinet Jokowi

Beredar isu jika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan dijadikan menteri jika Presiden Jokowi lakukan reshuffle kabinet baru, NasDem memberikan peringatan ini.

WowKeren - Kemarahan Presiden Joko Widodo kepada jajaran menterinya beberapa lalu terus menjadi perbincangan. Salah satu topik yang terus dibahas hingga sekarang adalah terkait ancaman reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang diutarakan Jokowi.

Ancaman tersebut rupanya berubah menjadi berbagai isu yang terus menggelinding liar. Salah satu isu terpanas adalah terkait Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang akan dijadikan menteri.

Tak tanggung-tanggung, Ahok bahkan diisukan akan menggantikan Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Miliki Negara (BUMN). Isu ini langsung ditanggapi oleh sejumlah pihak, salah satunya adalah Partai NasDem.

Ketua DPP NasDem Willy Aditya menyatakan ketidaksetujuannya jika Ahok dijadikan menteri. Menurutnya, pemerintah perlu menerapkan syarat sikap kemampuan eksekutor untuk mengisi di pos kementerian jika benar-benar akan melakukan reshuffle.


Willy menegaskan jika fokus utama pemerintah sekarang adalah menyelesaikan sejumlah masalah yang sedang berlangsung dari kementerian. Melakukan reshuffle apalagi menjadikan Ahok sebagai menteri dinilai NasDem akan menimbulkan kontroversi yang semakin besar.

”Ada sejumlah persoalan ekonomi dan pembangunan yang memerlukan fokus kerja dari kementerian dalam situasi COVID-19 dan setelahnya,” kata Willy melalui keterangan tertulis, Jumat (3/7). “Kalau ada pergantian menteri, selayaknya dua kriteria kepemimpinan dan eksekusi itu tetap dikedepankan. Jangan ditambah dengan hal-hal kontroversial.”

Willy mengingatkan jika permasalahan pemerintah sekarang masih begitu besar akibat pandemi virus corona, sehingga pergantian menteri akan cukup membuat situasi menjadi sulit. Meski demikian, NasDem tetap akan mendukung keputusan reshuffle yang memang berada di tangan presiden.

Dukungan NasDem ini diutarakan dengan syarat jika menteri yang dipilih tidak kontroversial. Selain itu, menteri baru juga harus mampu memunculkan ide-ide serta solusi yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan tanpa mengundang kontroversi.

“Pergantian menteri memang hak prerogatif presiden. Kita hanya bisa memberi masukan sebaiknya menteri baru nanti bukan yang akan memunculkan kontroversi,” tegas Willy. “Akan sangat sayang waktu terbuang menyelesaikan kontroversi padahal jelas-jelas kita menghadapi ancaman resesi ekonomi dan situasi politik perdagangan regional yang perlu fokus kerja.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts