Geram Tak Ada Progres Signifikan Tangani Pandemi, Jokowi Ancam Reshuffle Kabinet
Instagram/jokowi
Nasional
Ancaman Reshuffle Kabinet Jokowi

Pandemi COVID-19 yang menyerang Indonesia menyebabkan krisis di banyak sektor sehingga perlu kebijakan yang berbeda dari yang sebelum-sebelumnya untuk bisa bertahan.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta agar jajaran menteri mampu membuat kebijakan yang luar biasa menghadapi pandemi COVID-19. Sebab, situasi di Indonesia saat ini memerlukan perhatian khusus, dimana pandemi COVID-19 masih terus berkembang.

Pandemi COVID-19 menyebabkan krisis di banyak sektor sehingga perlu kebijakan yang berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Jika para menteri hanya mampu membuat kebijakan biasa seperti di kondisi normal presiden mengancam akan merombak kabinet.


Jokowi blak-blakan menyebut jika belum ada progres yang signifikan datang dari kabinetnya dalam menangani pandemi COVID-19. Hal itu disampaikan oleh Kepala Negara saat membuka sidang kabinet paripurna di jakarta 18 Juni lalu.

"Saya harus ngomong apa adanya, tidak ada progres signifikan (dalam penanganan krisis akibat COVID-19)," kata Jokowi. "Tidak ada."

Jokowi menilai jika kondisi sejak tiga bulan lalu memang mengalami krisis. Begitu pula untuk tiga bulan ke depan. Bukan tanpa alasan, Jokowi merujuk pada proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dibuat beberapa lembaga internasional belum lama ini.

"OECD bilang pertumbuhan ekonomi (dunia) terkontraksi 6 persen bisa sampai 7,6 persen minusnya," ujar mantan Wali Kota Surakarta itu. "Bank Dunia (proyeksi ekonomi dunia) bisa minus 5 persen."

Berangkat dari kondisi ini, Jokowi meminta para menteri memiliki sense of crisis dalam menghadapi pandemi. "Jangan biasa-biasa saja, jangan anggap normal," kata Jokowi.

Namun yang terjadi sebaliknya. Jokowi geram lantaran masih banyak bawahannya yang menganggap jika kondisi Indonesia yang dilanda pandemi ini masih normal sehingga mereka pun bekerja biasa saja ala kadarnya.

"Ini harus extraordinary. Perasaan ini harus sama, kalau ada satu saja berbeda bahaya," kata Jokowi. "Jadi tindakan-tindakan kita, keputusan-keputusan kita, suasananya harus suasana krisis. Jangan kebijakan biasa-biasa saja, anggap ini normal. Apa-apaan ini."

Tak hanya itu, Jokowi juga menyoroti pemakaian anggaran oleh kementerian yang menurutnya kurang membuahkan hasil. "Laporannya masih biasa-biasa saja. Segera belanjakan sehingga konsumsi akan naik dan peredaran uang akan makin banyak," katanya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts