Tingginya kandungan klorin yang merupakan bahan utama disinfektan di sungai Surabaya sangat berbahaya karena sungai merupakan perantara masuknya limbah yang bermuara ke laut.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 08 Juli 2020 - 12:42 WIB
WowKeren - Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah atau Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menemukan adanya peningkatan polusi klorin di Sungai Kali Mas Surabaya. Adapun klorin merupakan bahan utama untuk membuat disinfektan.
Hal itu terdeteksi saat tim melakukan uji kualitas air di Sungai Kali Mas, tepatnya di Jembatan Petekan, Surabaya, Juli 2020. Dari pengujian tersebut, ditemukan jika kandungan klorin meningkat dibanding 3 bulan sebelumnya, April 2020. Kandungan klorin kali ini jauh melebihi batas maksimal untuk standar air bersih.
"Di Petekan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan polusi Klorin dari 0,17 ppm (parts per million) pada pengujian 16 April," kata Peneliti Ecoton, Eka Chlara Budiarti, Selasa (7/7). "Meningkat pada pengujian Selasa (7/7) menjadi 0,20 ppm. Untuk standar air bersih, klorin tidak boleh lebih dari 0,03 ppm."
Sungai bisa menjadi perantara masuknya limbah yang bermuara ke laut sehingga kondisi ini sangat membahayakan. Tingginya klorin pada sungai di Surabaya mengindikasikan tingginya polusi limbah domestik.
"Tingginya klorin yang menjadi bahan utama disinfektan atau pembunuh kuman, pembersih lantai dan pemutih pakaian merupakan indikator tingginya polusi limbah domestik," lanjut Eka. "Hal ini tidak mengherankan karena Kali Mas menjadi saluran pembuangan bagi limbah domestik di Kota Surabaya."
Tak hanya klorin, tim juga melakukan pengujian terhadap ion yang larut di dalam air atau TDS (total dissolved solid). Semakin tinggi TDS maka artinya semakin tinggi pula tingkat pencemaran. Ia mengatakan jika angka TDS di Petekan juga jauh melebihi standar yang ditentukan.
"Standar TDS di air Sungai tidak boleh lebih dari 500 ppm," jelasnya. "Sedangkan di Petekan TDS mencapai 3100 ppm temuan ini menunjukkan tingginya polutan logam berat dalam air Kali Mas bagian hilir."
Tak hanya itu, tim penguji juga menemukan kandungan oksigen yang terlarut dalam air jauh lebih rendah dari angka standar. Yang mana, hal ini sangat berpengaruh pada kehidupan ikan di sungai.
(wk/zodi)