Pemkot Surabaya Gelar Razia Tertib Masker, Puluhan Pelanggar Dihukum Nyanyi Hingga KTP Disita
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dari razia tersebut, puluhan orang terjaring tidak menggunakan masker. Selain orang dewasa, pelanggar juga banyak yang berasal dari kalangan remaja dan anak-anak.

WowKeren - Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelar razia tertib masker. Razia ini dilakukan oleh tim gabungan dari Satpol PP, Polisi dan TNI dan digelar serentak di wilayah Surabaya.

Dari razia tersebut, puluhan orang terjaring tidak menggunakan masker. Camat Tambaksari Ridwan Mubarun menyebut jika ada 21 orang yang terkena razia dan 13 di antaranya telah disita KTP-nya. Selain orang dewasa, pelanggar juga banyak yang berasal dari kalangan remaja dan anak-anak.

"Sebanyak 21 orang yang terjaring. 13 Orang kami sita KTP-nya karena tidak disiplin menggunakan masker," kata Ridwan dilansir detik, Jumat (10/7). "Sedangkan sisanya yang masih anak di bawah umur serta remaja kami beri sanksi sosial. Kebanyakan berupa push up."


Adapun razia ini digelar selama tiga hari mulai Kamis (9/7) hingga Sabtu (11/7) mendatang. "Untuk razia akan memakai masker akan dilakukan hingga Sabtu besok. Mulai hari ini hingga tiga hari mendatang, warga yang mendatangi cafe dan warkop tetap menggunakan masker," ungkap Ridwan.

Sementara itu, Camat Wonokromo Tomi Ardianto mengatakan jika razia gabungan ini dibagi menjadi 2 tim yang tersebar di Kelurahan Darmo dan Kelurahan Ngagel. "Hari ini ada dua tim kami libatkan untuk menggelar razia masker. Dua tim tersebar di dua kelurahan. Saat ini masih berjalan. Nanti akan kami update hasilnya," ujar Tomi masih dilansir Detik.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya juga telah menggelar razia di seluruh pasar tradisional. Razia ini dilakukan tiga hari menjelang tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo kepada Jawa Timur untuk menekan angka kasus COVID-19.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto mengklaim jika sebagian besar warga sudah tertib mengenakan masker. "Tapi kalau dilihat dari data yang telah masuk, hampir 80/90 persen para pedagang maupun pembeli sudah bermasker," kata dia di Balai Kota, Senin (6/7).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts