Tren Penularan COVID-19 di Jawa Tengah Meningkat, 2 Daerah Ini Catat Kasus Tertinggi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membenarkan jika dua wilayah di Jawa Tengah yakni Semarang raya dan Jateng bagian timur mencatat rekor tertinggi kasus COVID-19.

WowKeren - Kasus penularan virus corona di Jawa Tengah mengalami tren peningkatan. Adapun wilayah yang menyumbang kasus terbanyak adalah daerah Semarang Raya dan Jawa Tengah bagian timur.

Hingga Jumat (10/7), tercatat kasus positif mencapai 5.628 orang. Bahkan, berdasarkan laporan covid19.kemkes.go.id pada 9 Juli saja terdapat tambahan 120 kasus baru.

Terkait hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo buka suara. Ia pun membenarkan jika dua wilayah tersebut yang mencatat rekor tertinggi. "(Peningkatan 120 kasus) Itu termasuk Semarang dan Jepara, itu dua paling tinggi," kata Ganjar dilansir Kumparan.

Kendati demikian, orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut tidak menyebutkan secara pasti berapa peningkatan angka di masing-masing wilayah tersebut. Lebih jauh, ia menyebut jika di Jateng ada wilayah yang juga memerlukan perhatian khusus selain Semarang Raya. Ia menyebut untuk daerah Semarang Raya, sudah dilakukan yang namanya PKM (pembatasan kegiatan masyarakat).


"Semarang raya, Jepara, Kudus, Rembang daerah yang pantau khusus. Semarang Raya kita lakukan PKM (pembatasan kegiatan masyarakat)," lanjut Ganjar. "Kemudian yang Kudus, Jepara, Rembang kontak satu-satu agar lakukan pengetatan. Saya sampaikan diketati butuhnya apa, kalau kita harus bantu, akan bantu."

Dilansir Solopos, Jumat (10/7), tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Jawa Tengah (Jateng) sejauh ini belum optimal. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo, mengaku terus menggencarkan tes swab dengan PCR maupun rapid test untuk mendeteksi persebaran virus corona.

Beberapa waktu lalu, Ganjar mengakui jika wilayahnya itu belum siap memberlakukan new normal. Hal itu disebabkan karena grafik penularan di sana yang masih mengalami naik turun. Sebab untuk bisa menerapkan skenario new normal, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan.

"Sebenarnya new normalnya harus kita siapkan," kata Ganjar dalam acara webinar, beberapa waktu lalu. "Cuma kalau Jawa Tengah mau new normal sekarang, saya belum siap, jangan dulu."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts