Kasus Corona Meningkat Drastis, Gugus Tugas Sebut Solo Zona Hitam
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani, mengungkapkan ada 18 kasus corona baru pada Minggu (12/7). Padahal biasanya kasus harian di Solo hanya bertambah satu hingga dua orang.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Solo, Jawa Tengah, rupanya mengalami peningkatan drastis. Hal ini lantas membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo menyebut wilayah ini bukan hanya kembali ke zona merah, melainkan sudah masuk ke zona hitam.

"Biasanya tambah 1-2 orang, hari ini tambah 18 orang," terang Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani, pada Minggu (12/7). "Sudah bukan zona merah lagi, zona hitam."


Kasus COVID-19 di Solo yang dilaporkan pada Minggu (12/7) banyak disumbang dari klaster tenaga kesehatan RSUD dr Moerwadi. Diketahui, sebanyak 25 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) paru Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang menjadi dokter residen di RSUD dr Moerwadi dinyatakan positif terjangkit COVID-19.

"Dari 25 orang itu, yang dinotifikasi sebagai warga Solo ada 15 orang," jelas Ahyani. "Tiga orang lainnya masyarakat umum selain nakes."

Adapun 18 kasus COVID-19 yang dilaporkan pada Minggu (12/7) ini berasaldari sejumlah kelurahan. Antara lain 10 warga Jebres, tiga warga Mojosongo, kemudian Purwosari, Manahan, Sumber, Banyuanyar dan Timuran masing- masing satu orang. "Tiga kasus selain nakes sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), lalu naik kelas," ujar Ahyani.

Akibat meningkatnya kasus COVID-19 ini, Gugus Tugas Solo akan tetap melarang sekolah untuk melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka. Tak hanya itu, acara hajatan di rumah-rumah warga juga akan dilarang.

"Kemarin malah ada yang mau bikin pasar malam. Pokoknya sekolah masih belum kita izinkan tatap muka," tegas Ahyani. "Hajatan di rumah tidak boleh. Hajatan di tempat umum dengan protokol kesehatan."

Sementara itu, 25 dokter residen yang positif COVID-19 tersebut kini menjalani isolasi di RS UNS. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, memastikan bahwa para dokter residen yang dinyatakan positif COVID-19 tersebut berada dalam kondisi baik secara klinis. Namun, pihaknya masih memeriksa adanya kemungkinan penyakit penyerta yang diderita para dokter residen tersebut.

Di sisi lain, secara nasional Indonesia telah melaporkan 75.699 kasus positif COVID-19 per Minggu (12/7). Dari jumlah tersebut, 35.638 pasien dinyatakan sembuh dan 3.606 orang dilaporkan meninggal dunia.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts