Antisipasi 'Ledakan' Penumpang, KRL Tambah Perjalanan Hingga Total 962
Nasional
PSBB Corona

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah menambah frekuensi kereta listrik (KRL) Jabodetabek menjadi total 962 perjalanan pada Senin (13/7), dengan menambahkan 10 perjalanan KRL lintas Tangerang - Duri dan arah sebaliknya.

WowKeren - Jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi terus mengalami pertambahan. Hal ini tentunya menimbulkan kekhawatiran karena banyaknya jumlah penumpang dapat membuat kerumunan.

Demi mengantisipasi hal tersebut, VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba menyatakan pihaknya telah menambah frekuensi kereta listrik (KRL) Jabodetabek menjadi total 962 perjalanan pada Senin (13/7) hari ini. Penambahan frekuensi perjalanan itu usai PT KCI menambahkan 10 perjalanan KRL lintas Tangerang - Duri dan arah sebaliknya.

"Dengan demikian, PT KCI mulai Senin 13 Juli 2020 mengoperasikan 962 perjalanan KRL per hari," kata Anne dalam keterangan resminya, Minggu (12/7). Selain itu, Anee juga menyatakan jika pihaknya telah melakukan pola rekayasa operasi agar terjadi penambahan frekuensi perjalanan KRL.

Terutama untuk rute-rute sibuk seperti lintas Bogor-Manggarai serta Cikarang-Manggarai. Penambahan frekuensi perjalanan juga berlaku untuk arah sebaliknya dari kedua rute itu.

Mulai Minggu (12/7) kemarin, terdapat dua jadwal pemberangkatan kereta luar biasa (KLB) pada pagi hari dari Stasiun Bogor tujuan Manggarai. Sementara dari Cikarang terdapat satu jadwal keberangkatan kereta luar biasa ke Manggarai.


"Selain jadwal pada pagi hari, terdapat juga KLB pada jam sibuk sore hingga malam hari dengan tujuan akhir Stasiun Cikarang," kata Anne. Tak hanya itu, Anne menyatakan pihaknya telah menetapkan Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, dan Stasiun Cikarang sebagai stasiun khusus Kartu Multi Trip (KMT).

"Uji coba itu akan dimulai pada besok, Senin (13/7)," ujarnya. Nantinya, ketiga stasiun tersebut tidak lagi melayani transaksi pembelian dan isi ulang Tiket Harian Berjaminan (THB).

"Namun untuk tap out menggunakan THB masih dimungkinkan dan pengguna THB Pergi Pulang juga dapat melakukan tap in untuk perjalanan pulangnya," imbuhnya.

Selain itu, Anne juga menyatakan pihaknya akan menggelar rapid test maupun swab test berkala di berbagai stasiun. Dengan adanya tes tersebut, diharapkan dapat mencegah calon penumpang yang telah terpapar COVID-19 untuk naik KRL.

Meski begitu, Anne tak menjelaskan dimana saja rapid test dan swab test tersebut akan diberlakukan. "Di dalam KRL pengguna juga dibatasi hingga maksimal 74 orang per kereta. Pembatasan dilakukan menyesuaikan dengan kondisi kepadatan pengguna melalui antrean penyekatan di beberapa zona stasiun sebelum masuk ke peron," tuturnya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts