Jokowi Bahas Momen Saat ‘Ngamuk’ Ke Menteri Kabinet Indonesia Maju
Nasional
Ancaman Reshuffle Kabinet Jokowi

Presiden Jokowi akhirnya buka suara dan membahas peristiwa saat dirinya memarahi jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju. Ia memberikan pengakuan ini seputar insiden tersebut.

WowKeren - Peristiwa Presiden Joko Widodo yang memarahi menteri-menterinya beberapa waktu lalu telah menjadi perbincangan luas. Kala itu, Jokowi mengamuk akibat kinerja para menteri yang dinilai tidak cepat tanggap dan terlihat santai dalam menangani pandemi virus corona (COVID-19).

Setelah selama ini tidak pernah berbicara ke publik mengenai amukannya, Jokowi akhirnya membahas momen kemarahannya tersebut. Ia menjelaskan jika pernyataan keras tersebut hanyalah bentuk teguran untuk memotivasi para menteri. Ia membantah jika hal tersebut adalah kemarahan.

Menurut Jokowi, nada suaranya memang berbeda dan cenderung keras saat itu. Namun, ia beralasan hanya ingin memacu Kabinet Indonesia Maju untuk bekerja lebih keras lagi di tengah situasi krisis ini.


”Saya minta para menteri untuk bekerja keras,” ujar Jokowi dalam pertemuan dengan awak media, seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Senin (13/7). “Tapi kalau mintanya dengan nada yang berbeda, itu untuk memotivasi para menteri, untuk bekerja lebih keras lagi, bukan marah.”

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga berharap agar tegurannya kala itu dapat segera mendorong para menteri agar menekan penyebaran virus corona. Selain itu, Jokowi mengatakan jika ia terus mendesak agar dilakukan 3T di seluruh Indonesia untuk menangani virus corona, yakni tracing, testing, dan treatment.

”Kalau sekarang mencegah agar kita tidak naik, yang sembuh makin banyak, yang positivity rate-nya makin rendah,” kata Jokowi. “Ya begitu saja (targetnya). Tes masif, tracing agresif, treatment yang dikerjakan manajemen yang baik, beberapa daerah belum ini kita ingatkan.”

Sebelumnya, Jokowi memarahi para menterinya pada sidang kabinet paripurna perdana tatap muka pandemi COVID-19 pada 18 Juni 2020 lalu. Saat itu, Jokowi menyatakan kekecewaannya dan bahkan mengancam akan membubarkan lembaga dan melakukan reshuffle jika tidak ada perbaikan kinerja.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts