Singapura Alami Resesi Usai Ekonomi Anjlok 41 Persen, Pakar Ingatkan Situasi Global
Reuters/Edgar Su
Dunia
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Singapura mencatatkan penurunan laju perekonomian sampai 41 persen pada Kuartal II 2020. Hal ini dipicu oleh pembatasan aktivitas yang dilakukan di tengah pandemi virus Corona.

WowKeren - Sektor perekonomian benar-benar dibuat ambruk oleh pandemi virus Corona. Salah satu yang merasakannya adalah Singapura.

Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) melaporkan pertumbuhan ekonomi Singapura anjlok sampai 41,2 persen pada Kuartal II 2020. Kontraksi yang dialami ini praktis menjadikan Singapura terjun ke dalam jurang resesi untuk pertama kalinya sejak 2009 silam.

Tak hanya itu, kontraksi yang terjadi, dipaparkan sejumlah analis, merupakan yang terburuk selama pencatatan di Singapura. Sedangkan secara tahunan kontraksi yang dialami juga cukup signifikan, yakni mencapai 12 persen atau lebih dalam dibandingkan Kuartal I 2020 yang minus 0,7 persen.

Terkait dengan kontraksi perekonomian yang terjadi, MTI menyalahkan pada kebijakan pembatasan aktivitas yang dialami selama pandemi virus Corona. Diketahui Singapura melakukan pembatasan aktivitas sejak April sampai Juni 2020, termasuk dengan menutup sejumlah operasional bisnis.


Di sisi lain, Singapura sendiri bergantung pada sektor perdagangan. Dan dengan menurunnya kinerja perekonomian Singapura, maka para analis menganggap ini merupakan sinyal penurunan laju ekonomi global.

"Ini merupakan data kuartalan terburuk selama 55 tahun sejarah Singapura," kata Ekonom CIMB Private Banking, Song Seng Wun, dilansir pada Selasa (14/7). Namun demikian, rupanya Song tidak terlalu terkejut karena Singapura merupakan negara yang kecil dan sangat bergantung pada perdagangan barang dan jasa.

Jika dirinci, sektor konstruksi mengalami pukulan terbesar dengan kontraksi sebesar 54,7 persen secara tahunan dan 95,6 persen secara kuartalan. Sedangkan sektor jasa turun 13,6 persen secara tahunan karena pariwisata dan angkutan udara dibuat babak belur oleh pembatasan perjalanan.

Kendati demikian, sektor manufaktur tercatat masih tumbuh positif 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pasalnya sektor manufaktur biomedikal masih bertumbuh di tengah pandemi virus Corona.

Namun saat ini Singapura dikabarkan sedang berusaha bangkit dengan membuka kembali aktivitas perekonomiannya. Kendati demikian sektor pariwisata masih belum bisa pulih seperti sediakala.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts