Ketua Tim Pakar Gugus Tugas, Wiku Adisasmito, melaporkan zona merah yang memiliki risiko tinggi COVID-19 telah berkurang dari 55 wilayah menjadi 31 wilayah per Minggu (12/7).
- Bertilia Puteri
- Selasa, 14 Juli 2020 - 15:02 WIB
WowKeren - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memberikan data perkembangan pergerakan zona corona di Indonesia. Ketua Tim Pakar Gugus Tugas, Wiku Adisasmito, melaporkan zona merah yang memiliki risiko tinggi COVID-19 telah berkurang menjadi 31 wilayah per Minggu (12/7).
Angka ini menunjukkan penurunan jumlah zona merah yang cukup banyak dibanding pekan sebelumnya yang berjumlah 55 wilayah. "Pada minggu ini, ada 31 kabupaten/kota dengan risiko tinggi," terang Wiku dalam konferensi pers di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (14/7).
Wiku lantas menunjukkan perkembangan zonasi risiko per kabupaten/kota mulai 31 Mei 2020 lalu. Menurutnya, zonasi risiko corona ini bersifat sangat dinamis.
"Zonasi ini sangat dinamis dan kecenderungannya selama ini, minimal untuk selama tujuh minggu, terjadi peningkatan," jelas Wiku. "Tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga untuk memastikan zonasi ini semakin lama menjadi makin baik."
Sementara itu, jumlah zona oranye yang memiliki risiko sedang COVID-19 pada pekan ini mengalami penurunan. Dari yang pekan sebelumnya berjumlah 180 wilayah menjadi 177 wilayah.
Zona kuning yang memiliki risiko rendah COVID-19 pun mengalami penambahan. Dari yang sebelumnya hanya 175 wilayah menjadi 204 wilayah.
Namun demikian, jumlah zona hijau rupanya sedikit berkurang, dari yang tadinya 104 wilayah menjadi 102 wilayah. Sebagai informasi, zona hijau adalah kombinasi wilayah tidak terdampak COVID-19 dan wilayah yang tidak ada kasus baru selama 4 minggu.
Sementara itu, anggota Tim Pakar Gugus Tugas Dewi Nur Aisyah mengimbau agar seluruh pihak bergerak bersama untuk menjaga wilayah masing-masing. Masyarakat yang berada di zona hijau harus menjaga agar tidak ada tambahan kasus corona, sedangkan yang berada di zona merah harus bekerjasama untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.
Selain itu, Dewi juga mengimbau agar seluruh pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat bekerja keras untuk menjaga wilayahnya agar terbebas dari penularan corona. "Sebab COVID-19 adalah penyakit yang dinamis," pungkas Dewi.
(wk/Bert)