Waspada Gelaja Baru COVID-19, Muncul Ruam Di Mulut Pasien Corona
Health
Pandemi Virus Corona

Kenali gejala baru virus corona berdasarkan hasil penelitian terbaru. Ruam-ruam ternyata bisa muncul di mulut pasien yang terinfeksi COVID-19. Begini penjelasannya.

WowKeren - Berbagai penelitian seputar virus corona (COVID-19) masih terus dilakukan demi mengungkap berbagai fakta baru. Baru-baru ini, penelitian terbaru kembali mengungkapkan temuan gejala baru pada pasien infeksi COVID-19.

Gejala virus corona yang sangat umum selama ini berbentuk demam, batuk, sesak napas, hilang indra penciuman dan perasa. Namun pada studi terbaru, ruam mulut ternyata bisa menjadi gejala terinfeksi COVID-19.

Dilansir dari Medical Xpress, gejala tersebut ditemukan di Spanyol. Seorang dokter disana melaporkan ada beberapa kasus pasien positif virus corona yang mengalami gejala berupa bintik-bintk kemerahan di bagian dalam mulutnya.

Ahli kulit dari Amerika Serikat (AS), Dr Michele Green menjelaskan jika secara klinis, ruam jenis tersebut dikenal dengan nama enanthem. Dokter yang berpraktik di Lenox Hill Hospital, New York ini mengaku jika hal gejala tersebut tidak mengejutkan.

Green memaparkan jika pasien yang terinfeksi suatu virus memang biasanya mengalami ruam. Hal ini juga terjadi pada virus corona jika berada di selaput lendir, maka bisa menyebabkan ruam di mulut.


Enanthem adalah ruam kecil di selaput lendir,” kata Green. “Ini sangat umum pada pasien dengan infeksi virus, seperti cacar air dan penyakit tangan, kaki dan mulut. Ini adalah karakteristik dari banyak virus yang mempengaruhi selaput lendir.”

Temuan gejala baru tersebut merupakan hasil penelitian oleh tim peneliti dari Spanyol yang telah diterbitkan di jurnal Jama Dermatology pada 15 Juli 2020 kemarin. Studi tersebut dipimpin oleh Dr Juan Jimenez-Cauhe dari Rumah Sakit di Universitas Ramon y Cajal, Madrid.

Dalam penelitian tersebut, mereka melibatkan 21 pasien corona yang dirawat pada awal April lalu. Hasilnya, enam dari 21 pasien memiliki ruam di bagian mulut. Dari temuan tersebut, usia pasien yang memiliki gejala ruam di mulut berkisar antara 40-69 tahun. Empat dari enam pasien tersebut adalah perempuan.

Peneliti menjelaskan jika gejala ruam itu biasa terjadi mulai dari dua hari sebelum gejala COVID-19 muncul hingga 24 hari setelahnya. Maka, waktu rata-rata sekitar 12 hari setelah timbulnya gejala.

Peneliti juga memastikan jika ruam mulut tersebut bukan efek yang dihasilkan dari obat-obatan pasien. Meski demikian, mereka belum bisa memastikan sejauh mana gejala ini akan menyebar. “Ini karena masalah keamanan, banyak pasien suspek atau konfirmasi COVID-19 tidak diperiksa rongga mulutnya,” catat kelompok Jimenez-Cauhe.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts