Boyolali Tambah 32 Pasien Corona, Klaster Lamaran Jadi Penyumbang Kasus Terbesar
Pxhere
Nasional

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melaporkan adanya tambahan 32 pasien virus corona. Rupanya, klaster lamaran menjadi penyumbang kasus COVID-19 tertinggi.

WowKeren - Penyebaran virus corona (COVID-19) di Kabupaten Bayolali, Jawa Tengah mengalami lonjakan yang cukup signifikan hingga Jumat (17/7). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, ada 32 kasus positif virus corona baru.

Sebagian besar kasus tersebut rupanya berasal dari klaster lamaran yang terjadi di Desa Gondagslamet, Kecamatan Ampel. Dari klaster tersebut, tercatat sebanyak 15 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

”Hari ini kami menyampaikan kabar yang kurang menggembirakan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina dalam keterangan pers di kantornya, Jalan Pandanaran pada Kamis (16/7). “Karena hari ini ada notifikasi kasus positif (COVID-19) sejumlah 32 orang.”

Ratri mengungkapkan jika penambahan kasus tersebut menjadi yang terbanyak di Boyolali sejauh ini. Tingginya angka kasus penambahan virus corona itu terjadi akibat adanya tiga klaster di berbagai daerah Boyolali.

Klaster pertama adalah klaster lamaran dimana salah seorang anggota keluarga yang berimisial TN terinfeksi virus corona. TN diketahui bekerja di Semarang dan pulang ke Boyolali lantaran anaknya akan dilamar.


Saat kembali ke Semarang, TN menjalani swab test COVID-19. Hasilnya kemudian menyatakan ia positif terinfeksi virus corona. Mendengar hal tersebut, Dinkes Boyolali langsung melakukan tracing dimana setidaknya ditemukan sebanyak 30 orang yang berkontak dengan TN.

”Pertama, dari klaster lamaran di Desa Gondangslamet, Kecamatan Ampel. Dari klaster lamaran ini ada 15 kasus yang positif,” jelas Lina. “Saat itu yang bersangkutan (TN) itu sebenarnya kerjanya di Semarang.”

”Kemudian pulang ke Gondangslamet untuk menghadiri acara lamaran dan saat itulah berkumpulah banyak orang,” sambungnya. “Dia di rumah selama satu bulan. Saat itu yang sudah dilakukan pemeriksaan swab di Boyolali ada 18 orang dan hasilnya 15 positif, 3 negatif.”

Klaster kedua di Boyolali dilaporkan terjadi di Desa Kalangan, Kecamatan Klengo. Klaster merti desa atau bersih desa ini menemukan adanya 6 warga positif terinfeksi virus corona.

“Ada salah satu warga yang ternyata setelah diidentifikasi ini merupakan kasus positif dari wilayah Kota Semarang,” ungkap Lina. “Dia warga Kalangan namun kerja di Semarang. Saat merti desa dia pulang. Saat kita lakukan identifikasi kontak erat, ini ada 37 orang yang kita lakukan pemeriksaan swab dan hasilnya yang 6 positif, dan 31 lainnya negatif.”

Klaster terakhir berasal dari Desa Sawahan, Ngemplak dimana dua orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Mereka diketahui berkontak dengan seorang pasien yang berinisial DS.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait