Juru Bicara Pemerintah Achmad Yurianto menyampaikan adanya 1.462 kasus positif COVID-19 baru pada Jumat (17/7) hari ini. Sedangkan jumlah tambahan pasien sembuh pada hari ini mencapai 1.489 orang.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 17 Juli 2020 - 16:33 WIB
WowKeren - Pemerintah kembali melaporkan perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia. Juru Bicara Pemerintah Achmad Yurianto menyampaikan adanya 1.462 kasus positif COVID-19 baru pada Jumat (17/7) hari ini.
Dengan demikian, total jumlah kasus COVID-19 di Indonesia kini berada di angka 83.130. "Dari pemeriksaan ini kita dapatkan konfirmasi positif sebanyak 1.462 orang, sehingga totalnya menjadi 83.130 orang," tutur pria yang akrab disapa Yuri tersebut dalam konferensi pers yang ditayangkan langsung di kanal YouTube BNPB Indonesia pada Jumat hari ini.
Kabar baiknya, jumlah pasien sembuh pada hari ini melebihi angka kasus COVID-19 yang dilaporkan. Yuri menyampaikan ada 1.489 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh pada hari ini. Sehingga total kini sudah ada 41.834 orang pasien COVID-19 yang sembuh.
Sementara itu, kasus kematian akibat COVID-19 pada hari ini bertambah sebanyak 84. Dengan demikian, total sudah ada 3.957 pasien yang menjadi korban jiwa COVID-19.
Berdasarkan sebarannya, provinsi Jawa Timur lagi-lagi menjadi wilayah dengan angka kasus harian tertinggi. Disusul oleh DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
"Jawa Timur melaporkan 255 kasus baru dan sembuh sebanyak 387 orang. DKI Jakarta kasus baru 253 orang, sembuh 139 orang. Jawa Tengah melaporkan penambahan kasus 238 orang dan sembuh 340 orang," papar Yuri. "Kalimantan Selatan 101 orang kasus baru dan 42 sembuh. Kemudian Bali 86 kasus baru dan 88 sembuh. Sumatera Utara 83 kasus baru dan 21 sembuh. Sulawesi Selatan 83 kasus baru dan 112 sembuh."
Lebih lanjut, Yuri menjelaskan tentang pentingnya tracing kontak erat corona yang masif. Pasalnya, pemerintah banyak menemukan kasus positif COVID-19 yang tidak menunjukkan gejala.
"Ini menjadi penting untuk kita pahami bahwa kasus-kasus inilah yang harus menjalankan isolasi dengan ketat. Karena kalau tidak, ini akan bisa menjadi sumber penularan yang baru," ungkap Yuri. "Dengan upaya tracing yang kita lakukan secara agresif, kita harapkan bahwa seluruh kasus- kasus konfirmasi sekalipun tanpa bergejala bisa kita identifikasi. Karena kalau tidak teridintifikasi, ini menjadi sumber penularan masyarakat."
(wk/Bert)