Bikin Heboh Diduga Ditipu Donatur, Terungkap Santunan Untuk Obati Kanker Justru Dipakai Beli Motor
pxhere
Nasional

Nursam, seorang Warga Boyolali, sempat mengaku tak pernah mendapat bantuan untuk istrinya, Kinem yang sudah 11 tahun menderita kanker. Belakangan terungkap donasi sudah disampaikan namun digunakan untuk keperluan lain.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan kisah pasangan suami istri Kinem dan Nursam dari Boyolali, Jawa Tengah menyedot perhatian masyarakat luas. Kinem dilaporkan mengidap kanker lidah yang menyebabkan ada benjolan besar di bawah mulutnya dan sudah berjalan selama 11 tahun.

Namun yang lebih menyita perhatian adalah perihal pengakuan Nursam, suami Kinem, soal dirinya yang hanya berfoto dengan simbol penerimaan donasi namun tak pernah mendapatkan bantuan tersebut. Pernyataannya itu membuat publik meradang, bahkan warga dan relawan sampai berdatangan ke rumahnya, dan kekinian diklarifikasi.

Nursam menegaskan bahwa pihaknya sudah menerima bantuan dari donatur. Dan terungkap bahwa uang itu justru digunakan untuk membeli sepeda motor serta sapi.

"Para donatur, relawan, saya mohon maaf atas kesalahan saya," ujar Nursam, Sabtu (18/7). "Itu tidak benar, saya sudah menerima bantuan berwujud uang ataupun barang."


Lebih detail diceritakannya, uang bantuan senilai Rp 50 juta sudah ia terima namun dibelanjakan untuk hal lain. "Pertimbangannya nanti seandainya istri saya sembuh kan buat kebutuhan sehari-harinya, buat anak sekolah, buat lain-lain," jelas Nursam, seperti dikutip dari Kompas, Minggu (19/7).

"Uangnya sudah saya belanjakan semua," sambungnya. "Seingat saya sekitar Rp 50 juta ada. Buat keperluan sehari-hari, beli sapi dua ekor, sapi sudah dijual."

Terkait dengan batalnya operasi sang istri, Nursam menyebut karena kondisi Kinem yang drop. Padahal saat ini kondisinya sangat buruk, yakni lidah terjulur keluar, gigi rontok, serta ada benjolan besar di bawah mulutnya.

Perwakilan Dinas Kesehatan Boyolali, Wonosamudro Sujatmoko pun ikut menyayangkan pernyataan Nursam yang justru terkesan menimbulkan fitnah. Sedangkan untuk kasus Kinem ini sendiri, Sujatmoko menyebut sudah memantau sejak 2009, kala pertama kali penyakit Kinem dideteksi dokter.

Namun memang prosedur pengangkatan kanker lewat operasi sudah tidak memungkinkan. "Kesimpulan yang terakhir dari rumah sakit di Solo tidak berani angkat penyakitnya, karena sudah berisiko," jelas Sujatmoko.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait