Media nasional setempat, Bernama, menyebut jika limbah tersebut telah telah secara ilegal masuk ke negara itu dan merupakan kasus pembuangan limbah beracun terbesar di Malaysia.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 20 Juli 2020 - 10:07 WIB
WowKeren - Malaysia melaporkan jika negaranya telah menemukan 110 truk kontainer yang bersisi logam berat berbahaya dari Rumania. Ratusan truk kontainer ini sejatinya akan ditujukan ke Indonesia.
Media nasional setempat, Bernama, menyebut jika limbah tersebut telah telah secara ilegal masuk ke negara tersebut yang telah ditinggalkan bulan lalu. Yang mana, ini merupakan kasus pembuangan limbah beracun terbesar yang ada di negara itu.
Dilansir dari Reuters, Malaysia selama beberapa tahun terakhir telah menjadi destinasi utama negara-negara di dunia untuk membuang limbah plastik mereka. Negeri ini telah bernegosiasi dengan negara-negara pembuang limbah agar segera mengambil kembali limbah mereka yang masuk secara ilegal. Sebelumnya, Tiongkok telah melarang impor untuk barang limbah tersebut.
Menteri Lingkungan dan Air Tuan Ibrahim Tuan Man mengatakan sebanyak 1.864 ton electric arc furnace dust (EAFD) ditemukan ditinggalkan di pelabuhan Tanjung Pelepas di selatan Johor. Disebut ilegal lantaran dari pihak Malaysia sendiri belum memberikan persetujuan terkait masuknya limbah itu.
"Penemuan EAFD, saat transit di Malaysia dan menuju Indonesia," kata Tuan Ibrahim dilansir Reuters. "Adalah temuan terbesar dalam sejarah Malaysia."
EAFD sendiri merupakan produk sampingan dari produksi baja yang mengandung logam berat seperti seng, kadmium, dan timah hitam. EAFD dikategorikan sebagai limbah beracun di bawah Konvensi Basel dan didaftarkan sebagai seng pekat dalam formulir deklarasi.
"Departemen Lingkungan, sebagai otoritas Konvensi Basel (untuk Malaysia), belum memberikan persetujuan," kata dia. "Atau menerima pemberitahuan dari eksportir limbah untuk transit di Malaysia."
Terkait temuan ini, Malaysia telah menghubungi otoritas Konvensi Basel Rumania untuk mengatur pemulangan kontainer. Pemerintah Negeri Jiran bahkan telah melibatkan interpol untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, pihak Kedutaan Besar Rumania di Kuala Lumpur belum menanggapi permintaan ini.
Sementara itu beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo telah meminta jajaran pemerintah untuk memperketat aturan impor di Indonesia. Jokowi menilai bahwa jumlah impor sampah dan limbah kian meningkat.
(wk/zodi)