Kasus Corona DIY Meningkat, Masa Darurat Terancam Diperpanjang Lagi
Getty Images
Nasional

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta telah melaporkan adanya kenaikan kasus virus corona. Hal itu membuat masa darurat COVID-19 di DIY terancam akan diperpanjang lagi.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tercatat mengalami kenaikan lagi pada Minggu (19/7). Akibatnya, masa darurat COVID-19 di Kota Pelajar ini terancam akan kembali diperpanjang.

Berdasarkan data dari corona.jogjaprov.go.id, DIY telah mencatatkan 432 kasus virus corona hingga Minggu (19/7). Sebanyak 12 orang dilaporkan meninggal dunia dan 324 pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19. Sedangkan 96 orang lainnya masih menjalani masa perawatan.

DIY juga telah mencatatkan penambahan kasus COVID-19 terbanyak dalam waktu sehari pada Minggu (19/7), yakni 16 orang positif virus corona. Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih menjelaskan data tersebut diketahui setelah pihaknya melakukan pemeriksaan sebanyak 1.165 sampel dari 952 orang.

Berti menjelaskan jika tambahan kasus terbanyak juga ditemukan dari screening pendidikan tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit DIY. Kini, pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman masih terus melakukan tracing demi menekan laju penularan COVID-19.


”Sehingga total kasus positif COVID-19 di DIY menjadi sebanyak 432 kasus," kata Berti seperti dilansir dari CNNIndonesia, Minggu (19/7). “Penelusuran lebih lanjut masih dilakukan Dinkes Sleman.”

Akibat lonjakan kasus tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) DIY mengusulkan agar masa tanggap darurat COVID-19 diperpanjang. Sebagai informasi, masa tanggap darurat virus corona di Yogyakarta akan berakhir pada akhir Juni mendatang.

“Saya usulkan agar tanggap darurat diperpanjang lagi sampai kondisi menjadi stabil,” ujar Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana. “DIY dikepung daerah merah sehingga harus tetap waspada. Kebanyakan yang terkena kasus positif ini karena masuk dalam kerumunan orang.”

Huda mengatakan situasi DIY saat ini masih belum stabil akibat adanya sejumlah pelonggaran aktivitas semasa transisi new normal. Meski demikian, Huda tetap berharap agar ekonomi di DIY tetap berjalan dan bisa pulih.

Menurutnya, recovery ekonomi dapat dilakukan diiringi dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 saat membuka berbagai sektor. “Titik tekan sekarang adalah pencegahan semaksimal mungkin dengan penerapan ketat protokol kesehatan,” pungkasnya.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait