PT PLN melaporkan ada 6 pegawainya yang terinfeksi virus corona (COVID-19) sehingga kantor pusat harus langsung ditutup. Lantas, bagaimana dengan layanan listrik?
- Ruth Meliana
- Selasa, 21 Juli 2020 - 07:44 WIB
WowKeren - Klaster virus corona (COVID-19) di perkantoran kembali terjadi lagi. Kali ini, PT PLN melaporkan ada 6 pegawai mereka yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona setelah menjalani swab test.
Hasil tersebut keluar setelah kantor pusat PLN melakukan swab test terjadwal dan acak kepada 632 karyawan mereka. Keenam pegawai yang dinyatakan positif COVID-19 saat ini sedang menjalani isolasi mandiri setelah mereka tidak menunjukkan gejala atau orang tanpa gejala (OTG).
“Enam karyawan tersebut, saat ini sedang menjalani isolasi mandiri,” kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi dalam keterangan tertulis seperti dilansir dari Tirto, Senin (20/7). “Mereka dalam kondisi tanpa gejala.”
Dampak adanya karyawan yang positif COVID-19, PLN kini langsung menutup kantor pusat. Para pegawai lainnya untuk sementara waktu diminta bekerja dari rumah atau work from home selama lima hari ke depan. WFH ini mulai berlangsung dari hari Senin (20/7) kemarin hingga Jumat (24/7) mendatang.
Meski kantor PLN ditutup, Agung menjelaskan jika layanan listrik untuk masyarakat akan tetap berjalan dan tidak terganggu. Ia mengatakan jika para petugas yang bekerja di pusat-pusat pengontrolan dan pemeliharaan listrik tetap akan masuk.
”Kami pastikan pasokan listrik pelanggan tetap terjaga selama pemberlakukan konsep WFH, karena hal ini hanya berlaku untuk PLN Kantor Pusat saja,” jelas Agung. “Sementara petugas penjagaan dan pelayanan di lapangan tetap berjalan seperti biasa. Kami memahami bahwa ketersediaan listrik di rumah-rumah merupakan kebutuhan vital yang tidak boleh mengalami gangguan.”
Walau begitu, para petugas tersebut bekerja dengan selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang tinggi dan ketat. PLN akan mewajibkan penggunaan masker, membudayakan cuci tangan, pelaksanaan jaga jarak, dan pengaturan jam istirahat bagi yang masih harus bekerja di kantor.
”PLN juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin kepada pegawai,” terang Agung. “Dan menyediakan fasilitas ruang pemeriksaan kesehatan beserta tenaga medis dan peralatan pendukungnya.”
”PLN juga menyediakan angkutan antar jemput dari rumah tinggal ke tempat kerja untuk menghindarkan petugas dari penularan virus COVID-19,” sambungnya. “PLN juga menambah unit Control System sebagai cadangan (Mirroring) untuk memastikan bahwa pasokan listrik kepada masyarakat tidak terganggu.”
(wk/lian)