Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto tidak lagi menjadi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona. Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 hari ini menggantikan peran Yuri dalam mengumumkan perkembangan corona.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 21 Juli 2020 - 18:07 WIB
WowKeren - Ada yang berbeda dari cara pemerintah mengumumkan perkembangan data COVID-19 pada Selasa (21/7) hari ini. Diketahui, Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto tidak lagi menjadi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19.
Hari ini, Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menggantikan peran Yuri dalam mengumumkan perkembangan kasus corona. Meski demikian, Wiku tidak menyampaikan perkembangan data COVID-19 harian secara langsung dalam konferensi pers hari ini.
"Terjadi perubahan pengumuman kasus harian yang sebelumnya diumumkan Dirjen P2P Kemenkes, Dokter Ahmad Yurianto," tutur Wiku dilansir CNN Indonesia pada hari ini. "Selanjutnya update kasus harian bisa langsung lihat di www.covid19.go.id."
Nantinya, pemaparan perkembangan data harian COVID- 19 juga tidak lagi disiarkan secara langsung di kanal YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia. Adapun perubahan cara pengumuman data ini terjadi setelah Presiden Joko Widodo membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang sebelumnya diketuai oleh Doni Monardo.
Adapun pembubaran ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pasal 20 Perpres tersebut menyatakan pencabutan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2020 sebagaimana telah diubah dalam Keppres Nomor 9 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.
Keppres tersebut selama ini menjadi dasar hukum Gugus Tugas nasional yang dipimpin Doni Monardo. "Dengan telah dikeluarkan Perpes No 82 tahun 2020 tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, kami ingin menyampaikan bahwa Perpres ini ditunjukan untuk penguatan organisasi dan manajemen penanganan COVID-19," jelas Wiku.
Di sisi lain, dr Reisa Broto Asmoro yang selama ini selalu mendampingi Yuri dalam pengumuman perkembangan kasus COVID-19 pun juga tak tampak pada hari ini. Diketahui, dr Reisa selalu menyampaikan edukasi dan informasi seputar virus corona kepada masyarakat sebelum Yuri mengumumkan data kasus harian, pasien sembuh dan meninggal.
Sebagai anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Nasional, dr Reisa sempat mengingatkan bahwa ancaman virus corona adalah nyata dan pandemi masih belum berlalu. "Sekali lagi saya tekankan, virus SARS-COV-2 ini berbahaya. Cepat dan mudah menular," ujar dr Reisa pada Senin (20/7) kemarin.
(wk/Bert)