Achmad Yurianto kini fokus menjadi Dirjen P2P Kemenkes setelah dicopot dari jabatannya sebagai Jubir Pemerintah untuk COVID-19. Yuri pun buka-bukaan soal pengalamannya tersebut.
- Elvariza Opita
- Rabu, 22 Juli 2020 - 15:44 WIB
WowKeren - Sosok Achmad Yurianto sudah akrab di benak masyarakat Indonesia selama era pandemi virus Corona. Pasalnya purnawirawan TNI AD itu didapuk menjadi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona sejak 2 Maret 2020, ketika pertama kali Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus perdana COVID-19 di Indonesia.
Jasanya sebagai pembawa berita soal perkembangan terkini wabah COVID-19 sudah berjalan selama hampir lima bulan penuh, dan pada Selasa (21/7) kemarin sang jubir secara resmi mengakhiri masa tugasnya. Tugasnya pun digantikan oleh Prof Wiku Adisasmito yang sebelumnya dikenal sebagai Kepala Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.
Pekerjaannya mengabarkan perkembangan COVID-19 setiap hari tanpa kenal libur pun patut diapresiasi. Dan ketika dikonfirmasi soal bagaimana perasaannya yang sebenarnya soal tugas tersebut, Yuri ternyata hanya memberikan jawaban santai.
"Dinikmati saja. Tugas kan kehormatan," ujar Yuri pada Selasa (21/7) malam. Bahkan ia sempat berseloroh terlalu menikmati tugas yang mengharuskannya untuk selalu stand by setiap hari tanpa kenal libur.
Namun terungkap ada alasan lain di balik sikapnya yang menikmati pekerjaan tersebut, yakni karena tak mendapatkan tunjangan untuk mengeluhkan tugasnya. "Hahaha… Soalnya saya enggak dapat tunjangan ngeluh," ujar pria berusia 58 tahun tersebut, seperti dilansir dari Suara.
Yuri memang cenderung santai, bahkan menanggapi berita "lengsernya" dirinya ini dengan tanpa beban. Yuri sendiri menegaskan akan fokus mengerjakan tugasnya sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.
Yuri menyatakan masih akan fokus dalam mengentaskan pandemi virus Corona sebagai Dirjen P2P Kemenkes. Hanya saja ia tak lagi bertugas di depan layar kaca untuk memberikan informasi tentang perkembangan kasus.
"COVID-19 termasuk tugas saya. Jadi tiap hari (saya) masih menganalisa data, mengkaji masalahnya dan update di web. Cuma enggak bicara," terang Yuri.
Terkait dengan digantinya sosok Jubir COVID-19 dari Yuri ke Prof Wiku pun menjadi bahasan panas di media sosial. Bahkan pada Selasa (21/7) sore sampai malam kemarin kata kunci "Pak Yuri" menjadi trending topic di Twitter Indonesia, yang diramaikan dengan ungkapan terima kasih warganet atas jasa Yuri selama beberapa bulan belakangan.
(wk/elva)