Gubernur Wayan Koster Sebut Terapi Arak Bali Efektif Sembuhkan Pasien Corona Tanpa Gejala
Instagram/kostergubernurbali
Nasional

Gubernur Bali Wayan Koster mengklaim tingkat kesembuhan terapi arak Bali ini mencapai 80 persen, khususnya bagi pasien positif virus corona (COVID-19 yang tak bergejala.

WowKeren - Vaksin virus corona (COVID-19) masih belum tersedia hingga saat ini. Oleh sebab itu, berbagai alternatif pengobatan untuk merawat pasien COVID-19 pun kini dilakukan.

Salah satunya adalah metode pengobatan tradisional Bali (usada) dengan cara terapi arak Bali. Gubernur Bali Wayan Koster mengklaim terapi ini efektif untuk menyembuhkan pasien positif COVID-19 yang tak bergejala alias asimtomatik.

"Itu (terapi arak) ternyata efektif sekali," ungkap Wayan di Denpasar, dilansir CNN Indonesia pada Rabu (22/7). "Yang baru kena positif, dua hari dilakukan 'treatment' ini, pada hari ketiga negatif dan sembuh."

Terapi tersebut menggunakan bahan dasar arak Bali yang telah didestilasi khusus. Wayan mengklaim bahwa terapi ini telah diujicobakan ke ratusan pasien positif COVID-19 yang dirawat di sejumlah tempat karantina.

"Sudah diuji coba dengan ekstraksi daun jeruk purut (lemon), kemudian dikasi minyak kayu putih," jelas Wayan. "Ternyata sekarang sembuhnya sudah meningkat jauh bagi mereka yang dirawat di tempat karantina."


Lebih lanjut, tingkat kesembuhan terapi arak Bali ini diklaim Wayan mencapai 80 persen, khususnya bagi pasien yang tak bergejala. Menurut Wayan, 15 dan 19 pasien pada percobaan awal dinyatakan sembuh. Jumlah sampel terapi arak ini kemudian terus ditingkatkan hingga kini mencapai ratusan orang.

"Jadi 80 persen sembuh. Saya tenang sekarang," kata Wayan. "Sekarang misalnya kena, dua hari lagi setelah di-treatment itu pada hari ketiga swab sembuh. Kami pulangkan."

Wayan mengaku hingga kini sudah ada sekitar 400 pasien corona yang dinyatakan sembuh dengan menggunakan terapi ini. Ia optimis angka kesembuhan akan terus meningkat sekaligus senang karena arak Bali bermanfaat untuk kesehatan.

"Ini rezeki industri arak yang menjadi minuman dan kedua bermanfaat untuk kesehatan atau usada," tutur Wayan. "Saya tiap hari pakai ini, hirup-hirup sebelum tidur. Enak, dia, bagus sekali."

Menurutnya, ramuan ini akan dipatenkan. Hanya saja, untuk sementara baru bisa digunakan di Bali saja.

"Nah, ini sudah matang, masih kita pakai lokal Bali dulu. Produk akan kami patenkan. Saya sudah cerita ke Menkumham," pungkas Wayan. "Saya prakarsai ini. Saya dorong Kadis Kesehatan untuk eksperimen ini. Kalau sudah terbukti kemudian legal, maka ini akan jadi industri baru."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait