Ratusan karyawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moewardi Solo dilaporkan telah terinfeksi virus corona (COVID-19). Lantas, bagaimana nasib layanan RS?
- Ruth Meliana
- Kamis, 23 Juli 2020 - 08:31 WIB
WowKeren - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moewardi Solo telah melaporkan ratusan pegawainya yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19). Ratusan kasus tersebut merupakan data yang dikumpulkan selama dua pekan terakhir.
Direktur RSDM Solo, Cahyono Hadi menjelaskan ada lebih dari 100 karyawan yang positif COVID-19. Mereka mencakup dokter, tenaga medis, staf direksi hingga bagian administrasi rumah sakit. Penemuan ini dilakukan setelah pihak rumah sakit melakukan contact tracing terhadap dua ribu karyawan mereka.
”Hasilnya selama sepekan lebih kita tracing itu ada seratus lebih karyawan yang positif,” kata Cahyono seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (22/7). “Tapi sebagian sudah dinyatakan sembuh dan sudah boleh pulang.”
Cahyono menjelaskan pelacakan besar-besaran ini dilakukan usai ditemukan ada 25 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang positif Corona. Para mahasiswa tersebut terinfeksi saat sedang menjalani residensi di RSDM.
Pihak RSDM kemudian langsung melakukan tes swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap dokter, perawat, tenaga medis lain, hingga karyawan yang kontak fisik dengan para residen itu. Pemeriksaan melalui PCR ini dilakukan secara bertahap.
Cahyono menjelaskan pada Senin (20/7) lalu, pihaknya telah melakukan swab test kepada 33 orang. Dilaporkan 4 orang diantaranya menunjukkan hasil positif COVID-19. “Senin kemarin ada 33 orang, ada empat yang yang positif,” ujar Cahyono.
Lebih lanjut Cahyono mengatakan jika sebagian besar karyawan yang positif virus corona hanya mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali (orang tanpa gejala/OTG). Mereka semua saat ini telah menjalani isolasi mandiri. “Banyak dokter dan karyawan kami yang karantina mandiri di rumah masing-masing,” tutur Cahyono.
Terlepas banyaknya pegawai yang terpapar virus corona, Cahyono menegaskan jika layanan di rumah sakit masih bisa dilakukan seperti biasa. Bahkan, pihak RSDM masih tetap melayani pasien virus corona dari kalangan masyarakat dengan maksimal.
Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RSDM, Eko Haryati. Ia mengatakan situasi tersebut tidak mempengaruhi pelayanan rumah sakit. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk mendaftar secara online sebelum datang ke rumah sakit untuk mendapat layanan kesehatan.
”Di semua poliklinik kita berlakukan kuota supaya tahu jam berapa harus datang ke rumah sakit,” ungkap Eko. “Tapi bukan berarti kalau kuota sudah terpenuhi terus kita tolak. Kalau ada yang datang langsung tanpa mendaftar dulu ya tetap kita layani.”
(wk/lian)