Publik Diminta Akses Web, Ini Alasan Lengkap Pemerintah Tak Lagi Umumkan Jumlah Kasus COVID-19
Nasional

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat perkembangan kasus corona dari angka-angka saja.

WowKeren - Sejak Selasa (21/7), pemerintah sudah tak lagi mengumumkan update jumlah kasus harian melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Tak pelak, keputusan ini pun mendapat berbagai tanggapan.

Karena sudah tidak ada update harian melalui siaran pers, maka publik diminta untuk mengakses informasi tersebut langsung ke portal covid19.go.id. Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat perkembangan kasus corona dari angka-angka saja melainkan juga laju insidensi.

"Kita jangan melihat angka kasus COVID-19 di Indonesia secara mentah saja," ujar Dewi dalam dialog di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Jakarta, Rabu (22/7). "Melainkan kita bisa melihat dan menganalisis lewat definisi laju insidensi."

Laju insidensi merupakan jumlah kasus positif COVID-19 dibagi dengan jumlah penduduk di sebuah tempat. Ia kemudian mencontohkan dua daerah yang mencatat jumlah sama dalam kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi namun memiliki jumlah penduduk berbeda. Hal ini tak serta merta menjadikan status dari kedua wilayah tersebut sama, sebab jumlah COVID-19 juga harus dilihat dari banyaknya penduduk yang tinggal pada daerah tersebut.


"Misalnya di daerah A dan B jumlah kasusnya sama-sama 50 orang. Tapi ternyata di daerah A penduduknya 200 orang sedangkan B hanya 120 orang," jelas dia. "Bisa dilihat bahwa angka laju insidensi lebih tinggi pada daerah yang jumlah penduduknya lebih sedikit."

Salah satu indikator dalam menentukan status zona suatu daerah adalah dengan melihat laju insidensi COVID-19 di wilayah tersebut. "Laju insidensi menjadi salah satu indikator dalam menentukan zonasi daerah terdampak COVID-19, yang sering kita paparkan sebagai peta zonasi risiko daerah," tambah Dewi.

Dengan adanya indikator laju insiden si ini, masyarakat diharapkan tidak hanya terpaku pada jumlah angka saja. Namun juga mampu menganalisa apakah suatu daerah bisa mengendalikan penyebaran COVID-19.

"Bukan hanya menilai berdasarkan jumlah kasusnya," kata Dewi. "Tapi bagaimana penanganan dan pengendalian penularan COVID-19."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait