Hingga kini keputusan Turki dan Presiden Erdogan untuk menfungsikan kembali Hagia Sophia sebagai masjid memang masih menuai pro dan kontra dari beberapa pihak.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 23 Juli 2020 - 15:02 WIB
WowKeren - Mufti Besar Mesir, Shawky Alam, menganggap perubahan status Hagia Sophia dari museum menjadi masjid merupakan tindakan yang terlarang. Alam menganggap tempat bersejarah itu harus berfungsi seperti semula sebagai gereja.
"Kita sebagai umat Muslim diperintahkan untuk melestarikan gereja. Nabi Muhammad SAW selalu merekomendasikan dalam perang untuk tidak menghancurkan kuil-kuil atau membunuh biksu," ucap Alam, sebagaimana dilansir dari CNN pada Kamis (23/7).
Alam mengatakan gereja dan masjid harus dilestarikan di seluruh dunia seperti yang terjadi selama peradaban Mesir. Ia merujuk pada fatwa pendahulunya, Laith bin Saad Fakih, yang menyatakan bahwa gereja adalah bagian dari arsitektur bumi dalam Islam.
Pernyataan Alam itu menanggapi keputusan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menetapkan Hagia Sophia kembali menjadi sebuah masjid.
Pada 10 Juli lalu Erdogan mengeluarkan keputusan terkait memfungsikan kembali Hagia Sophia yang berada di Istanbul sebagai masjid. Pengumuman Erdogan disampaikan setelah Majelis Negara Turki mengumumkan membatalkan keputusan kabinet pada 1934 dan kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid.
Majelis Negara Turki pada 2 Juli lalu menggelar sidang dengar pendapat dengan Asosiasi Perlindungan Monumen Bersejarah dan Lingkungan Turki soal usul untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia sebagai masjid. Selama ini, Hagia Sophia memang berstatus menjadi museum sejak beberapa dekade silam.
Upaya Turki untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid sebenarnya sudah dilakukan sejak 2005. Dua tahun lalu Mahkamah Konstitusional Turki sempat menolak usulan tersebut.
Namun keputusan Turki untuk menfungsikan kembali Hagia Sophia sebagai masjid menuai kekecewaan dari beberapa negara. Kendati demikian, Presiden Erdogan sendiri telah menegaskan bahwa mengubah Hagia Sophia menjadi masjid adalah masalah terkait kedaulatan Turki. Keputusan pemerintah Turki dan Presiden Erdogan untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid memang masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik.
Adapun yang memprotes keputusan Erdogan tersebut adalah Amerika Serikat, Yunani, Rusia, hingga Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO). Pasalnya, bangunan yang terletak di tepi Selat Bosporus, Istanbul itu awalnya adalah gereja yang dibangun Kekaisaran Byzantium dan sempat dikuasai Kekaisaran Romawi, saat mereka menguasai Turki sekitar 1.500 tahun lalu.
Meski begitu, dalam pidatonya Presiden Erdogan memastikan bahwa ikon Kristen akan tetap terpasang di Hagia Sophia, meski bangunan itu telah beralih fungsi menjadi masjid. Ia juga menyatakan fungsi masjid tak menjadikan Hagia Sophia hanya eksklusif untuk umat Muslim.
(wk/luth)