Fotografer Soal Potret Jenazah Pasien Corona: Ada Perbedaan Sudut Pandang Jurnalis dan Influencer
Pixabay
Nasional

Fotografer senior Beawiharta turut buka suara menanggapi kontroversi viralnya jenazah pasien COVID-19 yang dijepret oleh Joshua Irwandi dan beredar di media sosial.

WowKeren - Foto penampakan jenazah pasien virus corona (COVID-19) yang dijepret oleh fotografer Joshua Irwandi sempat viral hingga menuai kontroversi. Menanggapi kontroversi tersebut, fotografer senior Beawiharta pun buka suara.

Menurut kacamata fotografer senior itu, sudut pandang jurnalis foto dengan influencer itu berbeda. “Sudut pandang @joshirwandi berbeda dengan @duniamanji ketika bergerak memotret. Foto ini foto jurnalistik, bukan foto untuk iklan atau bahan para buzzer," ujar mantan fotografer Reuters tersebut melalui akun Instagramnya @beawiharta. "Foto ini dibuat untuk menggugah orang, siapa pun dia, begitu berbahayanya covid."

Ia kemudian menambahkan jika foto tersebut bukan dipesan atau dibayar dan dibuat bagi buzzer untuk memengaruhi mata jutaan orang sebagai produk komersial. Dalam foto Joshua, digambarkan sesosok mayat terbungkus plastik yang meninggal akibat COVID-19 di salah satu rumah sakit di Jakarta.

"Joshua memotret segala sesuatu yang berhubungan dengan COVID-19 dalam tataran jurnalistik, dunia kenyataan," jelasnya. "Dalam era digital, jurnalistik memiliki kekuatannya sendiri, jurnalistik memiliki tataran nilai, kebenaran, validitas, yang menjadi kekuatan utamanya."


“Joshua harus memotret dalam taraf beyond, menjadi legenda, seperti foto burung pemakan bangkai yang menunggu anak Afrika yang kelaparan," lanjutnya. "Apakah kelaparan ada di Afrika? Kevin Carter membuat fotonya di tahun 1993. Apakah covid ada? Joshua membuatnya di tahun 2020."

“Intinya jurnalistik punya value sendiri, dan tidak bisa dimasukkan dalam tataran buzzer/influncer, yang umumnya pesanan," tegasnya. "Jurnalistik tidak membuat sesuatu yang bombastis agar di-follow orang, yang ini umumnya dilakukan buzzer."

Sementara itu, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengkritik fotografer yang mengambil gambar jenazah pasien virus corona itu tidak beretika. Ia juga mengkritik pihak-pihak yang menyebarkan foto itu hingga menjadi viral di media sosial.

“Kalau foto itu benar,” kata Wiku seperti dilansir dari CNNIndonesia, Senin (20/7). “Maka yang mengambil gambar dan menyebarkan adalah orang yang tidak beretika.”

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait