Kucing Gli Masih Diizinkan Bermukim di Hagia Sophia
SerbaSerbi

Kucing berbulu abu-abu berjenis European Shorthair itu disebut sudah bermukim di Hagia Sophia lebih dari satu dekade. Gli dikenal menjadi penunggu setia bangunan bersejarah di Istanbul itu.

WowKeren - Kucing Gli bisa dibilang sebagai salah satu sosok yang tak asing lagi di Hagia Sophia. Selama ini, kucing gembul menggemaskan tersebut dikenal menjadi penunggu setia bangunan bersejarah di Istanbul itu.

Kini setelah Hagia Sophia difungsikan kembali menjadi masjid, banyak yang penasaran tentang nasib si kucing Gli. Namun jangan khawatir, rupanya Presiden Turki Erdogan tetap mengizinkan kucing betina tersebut untuk bermukim di Hagia Sophia.

Kucing betina berbulu abu-abu berjenis European Shorthair itu disebut sudah bermukim di Hagia Sophia lebih dari satu dekade. Gli bukanlah kucing sembarangan lantaran hewan menggemaskan tersebut sangat terkenal, bahkan dibuatkan akun media sosial khusus yang memiliki puluhan ribu pengikut.


Di sisi lain, pada 10 Juli lalu Erdogan mengeluarkan keputusan terkait memfungsikan kembali Hagia Sophia yang berada di Istanbul sebagai masjid. Pengumuman Erdogan disampaikan setelah Majelis Negara Turki mengumumkan membatalkan keputusan kabinet pada 1934 dan kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid.

Majelis Negara Turki pada 2 Juli lalu menggelar sidang dengar pendapat dengan Asosiasi Perlindungan Monumen Bersejarah dan Lingkungan Turki soal usul untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia sebagai masjid. Selama ini, Hagia Sophia memang berstatus menjadi museum sejak beberapa dekade silam.

Upaya Turki untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid sebenarnya sudah dilakukan sejak 2005. Dua tahun lalu Mahkamah Konstitusional Turki sempat menolak usulan tersebut.

Namun keputusan Turki untuk menfungsikan kembali Hagia Sophia sebagai masjid menuai kekecewaan dari beberapa negara. Kendati demikian, Presiden Erdogan sendiri telah menegaskan bahwa mengubah Hagia Sophia menjadi masjid adalah masalah terkait kedaulatan Turki. Keputusan pemerintah Turki dan Presiden Erdogan untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid memang masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik.

Adapun yang memprotes keputusan Erdogan tersebut adalah Amerika Serikat, Yunani, Rusia, hingga Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO). Pasalnya, bangunan yang terletak di tepi Selat Bosporus, Istanbul itu awalnya adalah gereja yang dibangun Kekaisaran Byzantium dan sempat dikuasai Kekaisaran Romawi, saat mereka menguasai Turki sekitar 1.500 tahun lalu.

Meski begitu, dalam pidatonya Presiden Erdogan memastikan bahwa ikon Kristen akan tetap terpasang di Hagia Sophia, meski bangunan itu telah beralih fungsi menjadi masjid. Ia juga menyatakan fungsi masjid tak menjadikan Hagia Sophia hanya eksklusif untuk umat Muslim.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait