Ini Respons IDI Usai Klaster Corona Rumah Sakit Dinyatakan ‘Meroket’
Nasional

Rumah sakit saat ini telah dinyatakan sebagai lokasi paling rawan penyebaran virus corona akibat lonjakan klaster. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) buka suara mengenai fakta itu.

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah menyatakan jika rumah sakit menjadi tempat paling rawan penyebaran virus corona (COVID-19). Hal ini dibuktikan dengan melonjaknya klaster-klaster COVID-19 di lingkungan rumah sakit. Permasalahan tersebut mendapat tanggapan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

IDI membenarkan laporan pemerintah yang menyebut klaster virus corona di rumah sakit telah mengalami kenaikan. Menurut IDI, rumah sakit memang telah menjelma menjadi tempat paling rawan penularan virus corona selama pandemi ini.

”Memang rumah sakit tempat yang paling rentan tertular COVID-19,” kata Ketua IDI, Daeng Fakih seperti dilansir dari Detik, Jumat (24/7). “Karena di situ tempat pasien COVID-19 berada dirawat.”

Pernyataan klaster COVID-19 di rumah sakit meningkat sendiri pertama diungkapkan oleh Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. Ia menyebut jika belakangan ini telah muncul banyak klaster rumah sakit di sejumlah daerah Indonesia. "Sekarang bukan hanya klaster dari kegiatan sosial itu sekarang meningkat di klaster rumah sakit,” kata Wiku di YouTube BNPB Indonesia, Jumat (23/7).

Menanggapi itu, Ketua IDI Daeng kemudian mengingatkan tenaga kesehatan untuk terus disiplin dalam menerapkan SOP terkait pemakaian alat pelindung diri (ADP). Menurutnya, pemakaian APD harus baik dan benar agar menghindari risiko tertular.


Daeng juga meminta tenaga medis memperhatikan jam kerja agar kelelahan dan bisa fokus bekerja menangani pasien virus corona. Ia mengatakan jika jam kerja yang begitu berat dapat membuat risiko penularan semakin tinggi karena kurangnya fokus dari tenaga kesehatan.

”Melakukan pengaturan jam jaga yang baik agar petugas kesehatan tidak kelelahan yang berisiko tertular,” saran Daeng. Semua rumah sakit sekarang memiliki beban tambahan untuk pelayanan COVID-19.”

”Itu sudah menjadi tugas kemanusiaan bagi rumah sakit dan semua petugas kesehatan,” sambungnya. “Yang penting rumah sakit dan petugas kesehatan di-support agar bisa bekerja dengan baik dan aman.”

Tak hanya itu, IDI juga mendesak rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan secara rutin pada tenaga medis untuk mendeteksi virus corona. Lalu rumah sakit juga diminta untuk tidak menyuruh tenaga kesehatan yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) untuk menangani pasien COVID-19.

”Perlu pemeriksaan rutin kepada semua petugas kesehatan,” ungkap Daeng. “Agar deteksi dini terhadap kemungkinan terjangkitnya COVID-19 bisa segera diantisipasi sehingga terhindar penjalaran infeksi kepada petugas kesehatan yang lain atau pasien lain non COVID-19.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait