Sering Dikritik, Terungkap Alasan Pemerintah Ngotot 'Utamakan' Ekonomi Walau Pandemi Corona
Nasional

Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito membeberkan alasan di balik kebijakan pembukaan kembali aktivitas perekonomian kendati Indonesia belum bisa mengendalikani wabah virus Corona.

WowKeren - Pemerintah Indonesia bersikeras membuka kembali aktivitas perekonomian lewat gerakan adaptasi kebiasaan baru (AKB) alias new normal. Namun kebijakan ini banyak menuai kritikan karena dianggap mengabaikan faktor kesehatan masyarakat.

Menanggapinya, Ketua Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito pun menjelaskan alasan di balik pengambilan keputusan itu. Menurut Wiku, penyelesaian masalah kesehatan akibat COVD-19 bisa dipercepat apabila bersinergi baik dengan urusan ekonominya.

Masalah ekonomi yang tidak selesai, imbuh Wiku, justru dapat berpotensi untuk menimbulkan efek yang lebih buruk terhadap masalah kesehatan. "Penyelesaian masalah dalam bidang ekonomi dapat mendukung penyelesaian masalah di bidang kesehatan menjadi lebih cepat," kata Wiku di Jakarta, Jumat (24/7).

Perihal ekonomi yang harus berjalan sejajar dengan kesehatan ini pun disesuaikan dengan masalah di Indonesia yang tidak hanya terbatas pada COVID-19. Diketahui Indonesia juga menghadapi beberapa masalah kesehatan lain seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga stunting.


"Tidak hanya COVID-19, Indonesia juga memiliki permasalahan kesehatan lainnya seperti TBC, HIV/AIDS, dan stunting. Jika tidak ditangani dari aspek ekonominya, maka akan muncul masalah kesehatan yang efeknya lebih besar," tutur Wiku yang kini juga menjadi Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 itu.

"Inilah yang kita kerjakan agar penyelesaian COVID-19 dapat menyelesaikan permasalahan lainnya," imbuh Wiku, seperti dilansir dari situs resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (25/7). "Prinsip yang kita gunakan adalah menyelesaikan bencana tidak boleh menimbulkan bencana lain."

Namun tentu saja diperlukan kedisiplinan dari masyarakat agar pembukaan aktivitas perekonomian ini tidak menimbulkan masalah lebih lanjut. "Ada empat tahapan, yaitu tahu, paham, melakukan dan solidaritas atau goyong royong. Tidak cukup hanya tahu dan paham, tapi protokol kesehatan harus dilakukan secara bersama-sama dan disiplin," pungkas Wiku.

Perihal pengingat agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan ini sudah kerap disampaikan oleh pemerintah. Selain itu, yang terbaru, media Kawal COVID-19 juga memberikan rumus jitu untuk bisa mengentaskan wabah Corona kendati saat ini sudah memasuki era AKB.

Rumus jitu yang dimaksud adalah "3T + 3M - 3K" yang ditujukan secara adil untuk pemerintah dan masyarakat umum. Pelaksanaan ketiga komponen di dalamnya digadang-gadang bisa menurunkan laju penularan COVID-19.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait