Gubernur DKI Anies Baswedan lantas mengakui adanya tren peningkatan kasus COVID-19 dalam dua pekan terakhir. Menurut Anies, tren peningkatan kasus COVID-19 ini karena adanya peningkatan aktivitas warga di DKI.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 25 Juli 2020 - 20:55 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di DKI Jakarta masih terus mengalami peningkatan. DKI bahkan melaporkan tambahan kasus positif COVID-19 tertinggi di tingkat nasional pada Sabtu (25/7) hari ini.
Gubernur DKI Anies Baswedan lantas mengakui adanya tren peningkatan kasus COVID-19 dalam dua pekan terakhir. Menurut Anies, tren peningkatan kasus COVID-19 ini karena adanya peningkatan aktivitas warga di DKI.
"Peningkatan penyebaran sejalan dengan peningkatan mobilitas dan peningkatan aktiviftas warga," ungkap Anies dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Pemprov DKI, dilansir pada Sabtu (25/7).
Adapun peningkatan penyebaran COVID-19 di DKI ini juga bisa dilihat dari kecepatan reproduksi (Rt) virus yang kini berada di angka 1,11. Sebagai informasi, Rt menunjukkan kemampuan seseorang positif COVID-19 untuk menularkannya kepada orang lain.
"Nah Rt Jakarta ini sempat berada di angkat 0,96 ini terjadi pada masa awal PSBB transisi," jelas Anies. "Merangkak naik jadi 1,15 di tanggal 5 juli dan perhitungan terakhir terkait Rt di Jakarta per 19 Juli adalah 1,11 turun sedikit dibanding dua minggu lalu."
Sementara itu, positivity rate atau rasio antara jumlah pasien yang memiliki hasil tes positif dengan total jumlah tes di DKI kini berada di angka 5,2 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding batas yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 5 persen.
"Ini menunjukkan bahwa nilai positivity rate di Jakarta itu sedikit di atas rekomendasi ideal WHO, yaitu 5 persen atau di bawahnya," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut. "Tetapi ini masih jauh di bawah batas maksimal yang pernah disampaikan WHO, yaitu 10 persen."
Namun demikian, positivity rate DKI ini jauh berada di bawah rerata nasional. "Angka positive rates kami (Jakarta) adalah 5,2 persen, ini di bawah angka rerata nasional yang sebesar 12,3 persen," tutur Anies.
Sementara itu, tingkat kematian di DKI disebut Anies kini telah di bawah rata-rata nasional. "Tingkat tingkat kematiannya (fatality case) di Jakarta ini adalah 4,1 persen, dengan rata-rata global yang juga 4,1 persen, dan ini di bawah rata-rata nasional yang sebesar 4,9 persen," pungkas Anies.
(wk/Bert)