Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, mengungkapkan bahwa jumlah tes PCR di DKI bahkan telah melampaui standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
- Bertilia Puteri
- Rabu, 29 Juli 2020 - 13:53 WIB
WowKeren - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, sempat meminta agar provinsi lain meniru DKI Jakarta dalam hal tes PCR. Menurut Wiku, tes PCR di DKI bahkan telah melampaui standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"DKI Jakarta telah melampaui standar WHO dalam testing, sehingga jumlah kasus yang tergambarkan cukup besar," tutur Wiku dalam konferensi pers pada Selasa (28/7). "Kami harap daerah lain harus ikuti tren DKI Jakarta yang tesnya begitu banyak dan gambarkan kondisinya lebih baik."
Pernyataan Wiku ini lantas ditanggapi "sinis" oleh ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono. Menurut Pandu, Jakarta memang sudah melampaui standar tes COVID-19 yang ditetapkan WHO yaitu 1.000 tes per 1 juta penduduk per 1 minggu. Namun, Pandu menilai Satgas COVID-19 seharusnya dapat memberikan bantuan kepada provinsi lain untuk dapat mencapai standar testing tersebut.
"Memang paling baik seperti itu. Tapi kan harusnya gugus tugas atau Satgas itu ngomongnya jangan gitu, harusnya 'siapa yang mau tiru Jakarta, saya bantu'," jelas Pandu dilansir Kumparan pada Rabu (29/7). "Karena kalau enggak dibantu enggak mungkin. Tugas satgas kan membantu."
Adapun tes PCR di DKI dilaporkan telah mencapai 3.688 per 1 juta penduduk berdasarkan data pekan lalu. Pandu menilai tes corona di DKI bisa mencapai hampir 4 kali lipat standar WHO karena kapasitas pemeriksaan di Ibu Kota yang besar berkat mesin baru dari Korea Selatan.
"DKI itu baru dapat mesin dari Korea," ungkap Pandu. "Karena kan dia punya sister city dengan Seoul, jadi Seoul itu kan pabrik mesin PCR di Korea, dikasih DKI."
Menurut Pandu, pencapaian seperti Jakarta juga bisa terjadi di provinsi lain seperti Jawa Barat. Hanya saja, Pandu menilai Satgas Penanganan COVID-19 harus memberikan bantuan fasilitas tambahan sehingga kapasitas pemeriksaan PCR di provinsi lain juga bisa meningkat.
"Jabar bisa. Itu artinya harus ada penambahan mesin PCR," terang Pandu. "Di Jabar kan penduduknya lebih banyak. Kapasitasnya hampir sama dengan DKI, tapi karena penduduknya lebih banyak belum tercapai. Jadi harus tambah lagi."
(wk/Bert)