Digelar Terbatas, Begini Kisah WNI Yang 'Terpanggil' untuk Beribadah Haji Saat Wabah Corona
AFP
Nasional
Pro-Kontra Pembatalan Haji 2020

Arab Saudi tetap merestui pelaksanaan Ibadah Haji 2020 yang digelar secara terbatas. Seorang WNI yang menjadi jemaah terpilih pun membagikan pengalamannya.

WowKeren - Khusus tahun 2020 ini Arab Saudi menutup kesempatan bagi jemaah internasional untuk beribadah Haji akibat pandemi COVID-19. Namun Arab Saudi tetap mengadakan ibadah Haji secara terbatas, yakni hanya ditujukan untuk warga dalam negeri dan ekspatriat.

Kuota yang dibuka sangat terbatas, dengan dua diantaranya diberikan kepada seorang guru pria sekolah Indonesia di Riyadh dan seorang ibu rumah tangga di Jeddah. Irma Tazkiyya, sang ibu rumah tangga, lewat suaminya pun membeberkan bagaimana pengalamannya menjalani ibadah Haji yang dimulai hari ini, Rabu (29/7).

"Saya sangat bersyukur banget, bisa diterima di haji tahun ini. Masya Allah, segala fasilitas, service selama karantina, bagus banget," ujar Irma lewat suaminya, Afnan Firdaus, seperti dikutip dari BBC Indonesia. "Kita ditempatkan satu kamar satu orang, makanan selalu diantar, kalau butuh sesuatu tinggal telepon."

Termasuk untuk layanan medis, semua dapat "dipesan" hanya lewat panggilan telepon. Dan untuk memudahkan pengamanan serta mematuhi protokol kesehatan, seluruh jemaah dibagi dalam kelompok per 20 orang yang terdiri dari beberapa negara.

Terkait dengan keberangkatan sang istri untuk beribadah Haji, bagi Afnan merupakan bentuk anugerah yang luar biasa dari Tuhan. Namun Afnan jujur mengakui sempat keberatan karena beredar rumor diperlukan biaya yang sangat tinggi untuk bisa menjalani ibadah ini.


"Istri saya terus terang matanya berlinang menceritakan bahwa dirinya terpilih jadi calon haji tahun ini, sambil berharap saya mengizinkan untuk ikut dan membayar biaya yang dikenakan," kata Afnan. "Yang sebenarnya dari awal sudah saya infokan kalau biayanya terlampau tinggi, saya tidak siap mengingat kondisi keuangan yang lagi timpang."

"Yang bikin lebih terharu lagi buat saya khususnya karena ternyata haji kali ini gratis, padahal dari awal sempat tersiar info bahwa kisaran biaya antara 7 ribu riyal sampai 13 ribu riyal," imbuh pria yang bekerja di Konsulat Jenderal Indonesia di Jeddah ini. "Tergantung pada fasilitas yang dipilih."

Bila dikonversikan, berarti Irma seharusnya membayar sekitar Rp 27-50 juta. "Dan ternyata tidak dipungut biaya apapun, bahkan tes swab pun tidak dipungut biaya," tegas Afnan.

Arab Saudi memang mempersiapkan protokol kesehatan terbaik untuk pelaksanaan ibadah Haji yang cukup riskan ini. Seperti dengan adanya karantina empat hari di hotel bagi jemaah terpilih sebelum wukuf di Arafah, kemudian ada karantina lanjutan sekitar 7 hari setelah selesai berhaji.

Salah satu langkahnya dengan membagikan sajadah atau alas salat steril dalam sebuah tas yang juga sudah disterilkan. Selain itu jemaah juga mendapatkan air zamzam dalam botol yang sudah disterilkan dan hanya boleh dipakai sekali.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts