Menurut Wakil Sekjen Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Achmad Zuhri, kritik ini telah disampaikan secara langsung kepada Mendikbud Nadiem sekitar dua bulan lalu
- Bertilia Puteri
- Kamis, 30 Juli 2020 - 08:47 WIB
WowKeren - Gaya komunikasi Nadiem Makarim selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) disebut terkesan elitis. Wakil Sekjen Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Achmad Zuhri, menilai bahwa Nadiem tak berkomunikasi dengan banyak pihak terkait pendidikan.
"Kita lihat pola komunikasi Mendikbud kali ini terkesan elitis," tutur Zuhri pada Rabu (29/7). "Tidak ada itikad turun ke bawah, suara di bawah seperti apa."
Akibat jarang turun langsung ke bawah ini, Nadiem dinilai Zuhri jadi tak benar-benar paham akan kebutuhan guru yang sebenarnya. Menurut Zuhri, Nadiem juga jarang berkunjung ke sekolah-sekolah sejak ia menduduki jabatan sebagai Mendikbud.
Menurut Zuhri, kritik ini telah disampaikan secara langsung kepada Nadiem sekitar dua bulan lalu. Zuhri mengaku bahwa kala itu ia menyampaikan kritiknya supaya Nadiem melibatkan banyak pihak dan turun langsung untuk membenahi pendidikan.
"Kami sampaikan juga, ayo pak Mendikbud, kita punya banyak sekolah, kita coba ajak ke sana," ungkap Zuhri. "Beliau respon suatu saat akan ke sana. Sampai sekarang belum."
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriawan Salim menilai bahwa sang Mendikbud terkesan ingin menjaga jarak dengan publik. Menurut Salim, hal ini dapat dilihat melalui penyampaian klarifikasi terkait polemik Program Organisasi Penggerak (POP) yang dilakukan Nadiem melalui konferensi video pada Jumat (24/7) pekan lalu.
Salim menilai bahwa sebenarnya ada banyak hal yang perlu diluruskan Nadiem dalam kesempatan tersebut. Namun, Nadiem dinilai justru tak membuka dialog dalam kesempatan klarifikasi itu.
"Ini tidak dibahas Mas Menteri ketika minta maaf atau pada taklimat media. Tidak ada dialog, tidak ada diskusi," kata Salim. "Saya pikir bukan mencontohkan pendidikan yang baik kalau menutup dialog."
Berdasarkan pengalaman pribadinya, Salim menilai komunikasi antara serikat guru dengan Mendikbud terjalin dengan baik di era Muhadjir Effendy. Meski FSGI kerap memberi kritik, Salim mengaku pihaknya bisa langsung berkomunikasi dengan Muhadjir melalui pesan singkat.
"Yang sekarang, kalau dirjen pengalaman saya pak Iwan (Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud) responsif," pungkas Salim. "Kalau di level Menteri, mas menteri tidak bisa dihubungi."
(wk/Bert)