Unair Benarkan Mahasiswanya Viral Soal Seks Fetish Kain Jarik, Siap Ambil Langkah Tegas
Nasional

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo menyebutkan jika kasus semacam ini rupanya sudah pernah terjadi beberapa waktu lalu namun tidak dilaporkan

WowKeren - Universitas Airlangga buka suara menanggapi kabar viral yang beredar mengenai salah satu mahasiswanya. Salah seorang mahasiswanya diduga terlibat dalam kasus orientasi seksual menyimpang, yang disebut sex fetish.

Pihak Unair pun membenarkan hal ini. "Iya mas. Ini masih sidang komisi etik. Tunggu agak sore," ujar Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo dilansir dari Info Surabaya, Kamis (29/7).

Pihak kampus pun segera mengambil tindakan tegas dengan melakukan riset dan memanggil yang bersangkutan. Mahasiswa yang diduga melakukan pelecehan seksual tersebut merupakan mahasiswa Unair angkatan 2015 bernama Gilang Aprilian Nugraha Pratama.

Dalam melakukan aksinya, pelaku menggunakan modus riset tugas akhir. "Pastinya kami akan mengambil tindakan tegas karena sudah menyalahi etika mahasiswa," ujar Suko.

Pihak kampus pun terus berupaya untuk menghubungi Gilang dan keluarganya. Namun sayangnya, Gilang tidak bisa dihubungi.


Suko menyebutkan jika kasus semacam ini rupanya sudah pernah terjadi beberapa waktu lalu. Namun kasus tersebut tidak dilaporkan.

"Dulu pernah terjadi saat Gilang jadi panitia mahasiswa baru, tapi tidak dilaporkan ke dekanat," ujarnya menjelaskan. "Dan sekarang sudah viral di sosial media dan ada yang melapor makanya kami adakan sidang kode etik."

Unair menegaskan jika pihak kampus tidak akan berupaya untuk menutup-nutupi kasus ini atau melindungi pelaku. Bahkan jika perlu, kampus akan melakukan DO.

"Kami secara tegas tidak akan melindungi kesalahan dan akan terus melakukan investigasi," kata Suko. "Tentunya akan memberikan sanksi paling tegas karena hal itu merupakan tindakan melanggar disiplin moral mahasiswa."

Kasus ini viral bermula dari curhatan seorang mahasiswa yang menjadi korban. Melalui unggahan di Twitter, korban menceritakan kronologi kejadian dan apa yang dialaminya.

Pelaku yang disebut-sebut sebagai predator ini melakukan aksinya dengan modus meminta bantuan untuk penelitian tugas akhir. Korban diminta untuk melakukan kegiatan 'bungkus membungkus'. Korban yang awalnya tanpa merasa curiga pun membantu hingga akhirnya mulai risih dengan sikap Gilang lama-kelamaan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts