Sempat Dilantik Jokowi, Gubernur Kepri Dinyatakan Positif Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19) tepat setelah pulang dari pelantikan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi. Ini kronologinya.

WowKeren - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Isdianto baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta. Namun setelah dilantik, Isdianto dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19) saat kembali ke Kepri.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Cecep Yudiana menjelaskan kronologi Isdianto tertular virus corona diduga terjadi di Jakarta. Ia mengatakan kemungkinan terjadi penularan COVID-19 diantara ajudan gubernur.


Cecep mengatakan jika Isdianto bersama ajudannya sempat berkumpul-kumpul bersama sejumlah orang lainnya. Mereka diketahui makan bersama di suatu tempat dan dari situ ada kemungkinan penularan virus terjadi.

”Benar (Gubernur Kepri positif Corona). Penelusuran sementara bahwa ini terjadi penularan di antara ajudan di Jakarta,” jelas Cecep seperti dilansir dari Detik, Sabtu (1/8). “Pengakuan mereka, mereka berkumpul, apalagi saat makan bersama. Saat makan malam, mungkin di mana, di satu tempat. Mereka selalu bersama.”

Selain itu, Cecep juga turut mengungkapkan kemungkinan lain bagaimana Isdianto tertular virus corona. Hal ini terjadi saat rombongan Gubernur Kepri tiba di Bandara Pangkal Pinang pada Senin (27/7) lalu.

Saat itu, kedatangan Isdianto mendapatkan sambutan dari warga dan beberapa pejabat daerah lainnya. Dari situ, ada kemungkinan bagaimana pemimpin Kepri ini terpapar virus asal Wuhan, Tiongkok.

”Kemudian waktu pulang, mungkin di antara mereka ada yag terindikasi positif, di bandara terjadi kerumunan masa menjemput Pak Gubernur,” beber Cecep. “Karena para ajudan di dekat Pak Gubernur, berupaya meregangkan jarak, sentuhan mungkin ada antara ajudan dengan gubernur.”

Situasi penyambutan Isdianto sendiri di bandara disebutkan begitu padat oleh massa dan sejumlah tamu. Menurut Cecep, bahkan terjadi beberapa sentuhan karena euforia usai pelantikan.

”Kalau di bandara ada penjemputan sekitar 100 (orang), ada. Kita kan sebenarnya terapkan physical distancing,” jelas Cecep. “Namun spontanitas rasa gembira kadang tidak mampu dibendung. Lupa dengan kewajiban, kira-kira seperti itu. Jabat tangan berjalan jadinya, harusnya kan tidak dilakukan.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts