Tragedi Beirut Diselidiki, Ini Awal Mula 2.750 Ton Amonium Nitrat Ada Di Pelabuhan Dan Meledak
PA/Getty Images/Marwan Naamani
Dunia
Ledakan Besar Beirut

Pemerintah Lebanon terus menyelidiki tragedi di Beirut. Ini awal mula ribuan ton amonium nitrat bisa tersimpan di dalam gudang pelabuhan dan menyebabkan ledakan dahsyat.

WowKeren - Duka sedang menyelimuti Lebanon setelah Beirut diguncang ledakan dahsyat pada Selasa (4/3) lalu. Ledakan ini diduga berasal dari ribuan ton amonium nitrat yang tersimpan di gudang penyimpanan dekat pelabuhan.

Kejadian ini tentunya membuat dunia bertanya-tanya mengapa ada amonium nitrat yang dilaporkan mencapai 2.750 ton tersimpan dalam gudang pelabuhan. Otoritas setempat pun memberikan penjelasannya.

Dilansir dari Reuters, cerita 2.750 ton amonium nitrat bisa tersimpan dalam gudang pelabuhan berawal pada 20 November 2013 silam. Pada tanggal itu, sebuah kapal Rhosus berbendera Moldova masuk ke Lebanon dengan membawa muatan ribuan ton amonium nitrat.

Kapal itu seharusnya berlayar dari Georgia menuju Mozambik. Namun, otoritas pelabuhan Beirut menemukan adanya kesalahan teknis pada mesin kapal.

Lantaran kerusakan kapal sangat parah, otoritas setempat melayar kapal Rhosus untuk kembali melanjutkan perjalanan. “Setelah memeriksa kapal, kapal itu akhirnya dilarang berlayar," kata perusahaan firma hukum di Lebanon, Baroudi & Associates, dalam sebuah pernyataan.

Otoritas setempat selanjutnya menurunkan semua amonium nitrat yang dibawa kapal tersebut dan menyimpannya di sebuah gudang. Kapal yang rusak tersebut pada akhirnya tenggelam dan tidak pernah meninggalkan Lebanon karena kerusakannya yang teramat parah.


Sejak saat itu, amonium nitrat tetap tersimpan dengan aman di gudang pelabuhan. Namun pada 2019, gudang dilaporkan mulai mengeluarkan bau yang aneh. Badan Keamanan kemudian mulai membahas penyimpanan bahan kimia yang perlu dipindahkan dari tempat tersebut.

Otoritas pelabuhan juga telah diminta pemerintah untuk segera memperbaiki dinding gudang karena sudah mengalami banyak retakan. Berdasarkan informasi terbaru, para pekerja mulai diberangkatkan di minggu ini untuk melakukan perbaikan dinding.

Proses perbaikan dinding ini dinilai menjadi pemicu terjadinya kebakaran hingga ledakan yang dahsyat dari gudang pelabuhan tersebut. Akibatnya, tragedi ini dinilai merupakan bentuk kelalaian manusia yang paling fatal dimana otoritas pelabuhan dan pejabat bea cukai turut bertanggung jawab.

Pejabat pelabuhan Beirut pun langsung dijadikan tahanan rumah setelah dinilai bertanggung jawab terhadap penyimpangan 2.750 ton amonium nitrat secara serampangan selama 6 tahun terakhir. Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab juga telah berjanji akan mencari dan menghukum pihak yang bertanggung jawab akan insiden ini.

”Tidak dapat diterima bahwa pengiriman 2.750 ton amonium nitrat telah ada selama enam tahun di sebuah gudang pelabuhan Beirut,” ujar Diab seperti dilansir AFP, Rabu (5/8). “Tanpa memikirkan adanya langkah-langkah pencegahan.”

”Itu tidak bisa diterima dan kami tidak bisa diam tentang masalah ini. Apa yang terjadi hari ini tidak akan berlalu tanpa pertanggungjawaban,” sambungnya. “Mereka yang bertanggung jawab atas bencana ini harus membayarnya. Gudang berbahaya ini telah ada selama enam tahun, sejak 2014.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts