Sekolah Online Terus Dikritik, Nadiem Makarim Janji Luncurkan Kurikulum Baru
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Mendikbud mengaku bakal meluncurkan kurikulum 'darurat' yang didesain khusus untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ) alias sekolah online selama pandemi COVID-19. Seperti apa?

WowKeren - Indonesia menetapkan metode sekolah online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi COVID-19. Namun pelaksanaan PJJ ini terus menuai kritikan karena dianggap tidak efektif serta menyulitkan bagi orang tua yang ikut mendampingi.

Situasi itu tak lepas dari pandangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Oleh karenanya, profesional yang meminta agar dipanggil "Mas Menteri" itu mengaku bakal segera meluncurkan kurikulum baru yang didesain khusus untuk kebutuhan pembelajaran di era pandemi COVID-19.

Secara garis besar, kurikulum "darurat" ini akan fokus kepada kompetensi inti dan dasar yang menjadi pondasi bagi siswa. Ditegaskan pula oleh Nadiem bahwa kurikulum baru yang dikebut dalam tiga bulan belakangan ini akan tersedia untuk tingkatan SD, SMP, hingga SMA.

"Sebentar lagi, dalam waktu beberapa hari ke depan kami akan meluncurkan kurikulum COVID-19, kurikulum darurat," jelas Nadiem ketika diundang menjadi narasumber dalam acara "Mata Najwa", Rabu (5/8). "(Kurikulum) akan fokus kepada kompetensi inti dan dasar yang benar-benar pondasi. Ada (kurikulum baru untuk) SD, SMP, dan SMA."


Lantas apa yang menjadi pembeda antara kurikulum yang diterapkan saat ini dengan versi terbaru untuk COVID-19 ini? Disampaikan Nadiem, selain perihal fokusnya, kurikulum baru ini juga secara signifikan telah dirampingkan demi memudahkan kerja para guru.

"(Perbedaannya ada di) penyederhanaan secara dramatis," tutur Nadiem, dilansir pada Kamis (6/8). "Sehingga yang tadinya semuanya harus di-cover oleh guru-guru kita, sekarang terfokus kepada yang benar-benar esensial."

Yang menjadi pembeda lagi adalah, Kemendikbud juga menyediakan modul-modul PJJ khusus bagi pengajar tingkat PAUD dan SD. Modul ini, terang Nadiem, akan menjadi acuan pengajaran bagi guru karena sudah dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan proses PJJ.

"Artinya kalau ini diikuti guru-guru, modul ini khusus didesain untuk di rumah, dengan ada bagian (partisipasi) orang tuanya dan bagaimana guru membimbing. Tapi sifat-sifatnya adalah modul untuk belajar di rumah," pungkas Nadiem.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts