Menlu Retno Ungkap Kondisi WNI yang Jadi Korban Ledakan Beirut
Instagram/retno_marsudi
Nasional
Ledakan Besar Beirut

Kementerian Luar Negeri RI mencatat ada 1.447 orang WNI di Lebanon. Mereka terdiri dari 1.234 anggota Kontingen Garuda dan 213 warga sipil, termasuk mahasiswa.

WowKeren - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban ledakan besar di Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8) waktu setempat. Menurut Retno, WNI berinisial NNE tersebut mengalami luka ringan dan kini dalam keadaan stabil.

"Yang bersangkutan telah mendapat pengobatan dan saat ini kondisinya stabil," ungkap Retno melalui video telekonferensi pada Jumat (7/8). Menurut Retno, staf KBRI setempat juga telah mengunjungi NNE di rumahnya. Retno pun menjamin bahwa KBRI akan terus memberikan pendampingan terhadap WNI tersebut selama proses pemulihannya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri mencatat ada 1.447 orang WNI di Lebanon. Mereka terdiri dari 1.234 anggota Kontingen Garuda dan 213 warga sipil, termasuk mahasiswa.

Lebih lanjut, Retno menjelaskan bahwa KBRI Beirut terus memantau kondisi para WNI di sana. KBRI pun disebut terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan berkomunikasi dengan para WNI.


Selain itu, KBRI Beirut juga disebut Retno telah memberikan bantuan untuk meringankan beban WNI akibat ledakan masif tersebut dan juga pandemi COVID-19. "Hingga saat ini, KBRI Beirut telah memberikan bantuan logistik sebanyak dua kali bagi 160 WNI kelompok rentan, utamanya adalah saudara-saudara kita pekerja migran," tutur Retno.

Presiden Joko Widodo juga disebut Retno telah menyampaikan duka cita terhadap masyarakat Lebanon akibat insiden tersebut. Retno juga mengaku telah menelepon Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab dan juga Menlu Lebanon untuk menyampaikan simpatinya.

Sementara itu, ledakan di Beirut ini membuat kepolisian Indonesia mengantisipasi agar insiden serupa tidak terjadi. Direktorat Intelkam Polda Jabar melakukan inspeksi mendadak ke pabrik bahan peledak milik PT Dahana pada Kamis (6/8).

PT Dahana merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang berkantor pusat di Subang. Direktur Intelkam Polda Jabar Kombes Pol Dedy Kusuma Bakti mengatakan jika kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan dari kepolisian di wilayahnya terhadap fasilitas strategis seperti bahan peledak. Dari kunjungan itu, ia ingin memastikan jika prosedur telah berjalan dengan baik.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts