Israel Tutup Satu-Satunya Pembangkit Listrik dan Hentikan Pasokan Bahan Bakar di Jalur Gaza
EPA
Dunia

Penutupan pembangkit listrik semakin mengurangi pasokan listrik di wilayah tersebut. Dilaporkan sebanyak 2 juta penduduk wilayah itu hanya memiliki listrik sekitar empat jam sehari.

WowKeren - Israel menutup satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza Palestina pada Selasa (18/8) waktu setempat. Tak hanya itu, Israel juga telah menghentikan pasokan bahan bakar sebagai tanggapan atas balon pembakar yang diluncurkan oleh pejuang Palestina.

Balon pembakar yang diluncurkan melintasi perbatasan oleh kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Hamas. Tindakan itu telah membakar lahan pertanian kaum Yahudi, mendorong serangan balasan dari Israel.

Hamas melalui mediator Mesir dan Qatar, agar Israel mengambil langkah-langkah untuk lebih meringankan blokade. Blokade telah diberlakukan ketika Hamas merebut kendali dari pasukan Palestina pada 2007. Israel memperketat blokade sebagai tanggapan atas serangan tersebut.

Penutupan pembangkit listrik semakin mengurangi pasokan listrik di wilayah tersebut. Dilaporkan sebanyak 2 juta penduduk wilayah itu hanya memiliki listrik sekitar empat jam sehari.


Padahal, kawasan tersebut sudah sering mengalami pemadaman listrik yang meluas pada puncak musim panas yang terik. Saluran listrik yang beroperasi dari Israel menyediakan tiga hingga empat jam listrik sehari untuk sebagian besar rumah tangga.

"Banyak layanan terancam hancur jika krisis ini terus berlanjut," kata Mohammed Thabet, juru bicara perusahaan distribusi listrik Gaza.

Thabet meminta Israel mengizinkan dimulainya kembali pengiriman bahan bakar yang dibayar oleh Qatar. Sedangkan Kementerian Kesehatan Jalur Gaza memperingatkan konsekuensi berbahaya bagi pasien di unit perawatan intensif.

Di sisi lain, ketegangan memang meningkat dalam beberapa pekan terakhir ini antara Israel dan Hamas yang telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007. Keduanya telah berperang tiga kali dan beberapa pertempuran kecil sejak 2007. Hamas dan Israel tidak ada mengumumkan kesepakatan apapun sejak saat itu.

Hal ini bermula Hamas mengatakan Israel tidak menghormati kesepakatan sebelumnya yang dicapai dengan bantuan Mesir dan Qatar. Kesepakatan itu mencatat bahwa Israel harus meredakan blokade dan memungkinkan proyek skala besar untuk membantu menyelamatkan ekonomi Jalur Gaza.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait