Kendati menginfeksi saluran pernapasan, virus Corona ternyata juga ditemukan di tinja dan urine penderitanya. Bahkan pembilasan menyebabkan virus berpotensi 'melayang-layang' di toilet umum.
- Elvariza Opita
- Rabu, 19 Agustus 2020 - 15:36 WIB
WowKeren - Peneliti dari Jepang dan Tiongkok baru-baru ini kembali menemukan fakta mengerikan soal virus Corona. Sebab kendati dikenal menyerang sistem pernapasan, peneliti justru menemukan virus ini di tinja dan urine.
Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa penyiraman air toilet dapat melepaskan partikel virus Corona yang "tertinggal" dan berpotensi dihirup oleh pemakai toilet. Oleh karena itulah, peneliti mengimbau agar orang tetap memakai masker ketika sedang menggunakan toilet umum.
"Virus Corona dapat ditemukan dalam urine atau tinja seseorang, dan pembilasan urine dapat mendorong penyebaran bakteri dan virus," ujar Xiangdong Liu, salah satu peneliti, seperti dilansir Istuff, Rabu (19/8). "Memakai masker harus menjadi kewajiban di dalam toilet umum selama pandemi, dan perbaikan anti-difusi sangat dibutuhkan untuk mencegah penyebaran COVID-19."
Liu dan timnya dari Universitas Yangzhou, Tiongkok melakukan simulasi pembilasan urinoir menggunakan model komputer. Dan mengejutkannya, hanya dalam waktu lima detik setelah pembilasan, partikel virus bisa mencapai ketinggian lebih dari dua kaki dari permukaan tanah.
"Kekhawatiran lain, apakah ada yang tersisa dari orang yang berada di sana sebelumnya?" ungkap Profesor Charles Gerba, ahli bidang virologi dari Universitas Arizona. "Aerosolisasi dari pengguna sebelumnya yang berpotensi dapat dihirup?"
Peneliti lain juga menemukan bahwa ribuan partikel virus dapat keluar dari toilet hanya dalam jangka waktu 70 detik setelah dibilas. "Masuk akal untuk mengasumsikan bahwa aliran udara berkecepatan tinggi akan mengeluarkan partikel aerosol dari mangkuk ke daerah yang tinggi di udara di atas toilet, memungkinkan virus menyebar di dalam ruangan yang menyebabkan risiko bagi kesehatan manusia," terang para peneliti.
Perihal keberadaan virus Corona di dalam urine dan tinja ini memang sempat menjadi perdebatan. Namun peneliti tak menampik potensi itu karena penyakit lain seperti cacar dan virus zika juga ditemukan di sana.
Para peneliti Universitas Yangzhou sendiri meyakini bahwa penularan COVID-19 di toilet umum telah terjadi tanpa disadari. Peneliti mengutip laporan berita lokal tentang pasangan yang bekerja di pasar makanan di Beijing, mereka tertular virus di kamar kecil terdekat.
(wk/elva)