Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan tentang bahaya ‘Long COVID-19’ yang biasa diderita penyintas corona. Pahami gejala-gejala dan penjelasannya.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 22 Agustus 2020 - 15:22 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan sejumlah peringatannya terkait perkembangan pandemi virus corona. Salah satunya adalah terkait potensi pasien sembuh virus corona yang berpotensi tinggi mengalami “Long COVID-19”.
Long Covid adalah masalah kesehatan jangka panjang yang bisa dialami oleh penyintas virus corona. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan jika pihaknya masih terus melakukan investigasi dan penelitian terkait Long Covid.
Menurut Tedros, pengetahuan seputar virus corona dan berbagai dampak kesehatannya masih sedikit. Pasalnya, COVID-19 terbilang virus jenis baru dan baru ditemukan pada Desember 2019 lalu setelah merebak di Wuhan, Tiongkok.
Tedros mengakui jika ia telah menemui dan berbicara dengan sejumlah pasien yang masuk dalam kelompok Long Covid. Dari pertemuan tersebut, memang masih sedikit informasi yang bisa digali mengenai apa saja keluhan kesehatan mereka setelah dinyatakan sembuh dari virus corona.
”Pengakuan terhadap kondisi, rehabilitasi yang layak, dan lebih banyak riset sangat dibutuhkan,” kata Tedros seperti dilansir dari halaman resmi WHO, Sabtu (22/8). “Hal ini untuk melihat dampak jangka panjang penyakit baru ini.”
”Meski saat ini kita semakin banyak tahu tentang COVID-19, kita baru memiliki pengalaman kurang dari delapan bulan,” sambungnya. “Pengetahuan mengenai efek jangka panjang masih relatif sedikit.”
Dokter kenamaan asal Inggris yang bernama Dr. Hilary Jones menjelaskan mengenai Long Covid dalam acara kesehatan yang sering dibawakannya, “Good Morning Britain”. Long Covid adalah nama yang diberikan untuk menggambarkan gejala yang masih dirasakan oleh mereka yang dites positif beberapa bulan setelah sembuh.
Jones mengatakan jika sindrom Long Covid bisa dirasakan berbeda pada masing-masing orang. Namun, gejala yang kerap muncul adalah sesak napas, kelelahan, dan nyeri otot dan sendi.
Selain itu, para penderita biasanya juga akan mengeluhkan berbagai macam gejala. Diantaranya adalah beberapa kasus masalah dengan kehilangan ingatan, masalah konsentrasi serta depresi, dan masalah kesehatan mental lain.
Menurut Jones, gejala tersebut dapat berlangsung dalam jangka panjang. “Gejala jangka panjang yang bisa memakan waktu berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan, untuk membaik,” jelas Jones seperti dilansir dari Metro UK, Sabtu (22/8).
Saat ini masih belum diketahui jumlah pasti penduduk dunia yang mengalami Long Covid. Diperkirakan ada 10 persen orang yang terkena virus membutuhkan waktu tiga minggu atau lebih untuk pulih. Selain itu, sekitar 250.000 orang di Inggris saja diperkirakan telah mengalami gejala selama 30 hari atau lebih.
(wk/lian)