Belakangan nama Billy Syahputra hingga Rizkiy Billar menjadi perbincangan akibat isu hubungan settingan dengan Amanda Manopo dan Lesti Andryani. Seorang psikolog pun mencoba menyoroti fenomena tersebut.
- Amelia Nur Fatimah
- Sabtu, 22 Agustus 2020 - 18:37 WIB
WowKeren - Fenomena pacaran settingan di kalangan selebriti dan publik figur kini kian marak. Sebut saja ada pasangan Billy Syahputra dan Amanda Manopo yang diisukan menjalin hubungan settingan. Tak lupa kedekatan antara Lesti Andryani dan Rizky Billar yang diterpa isu serupa.
Ada pendapat dan penilaian berbeda dari masyarakat mengenai fenomena selebriti yang menjalin hubungan setttingan. Banyak yang beranggapan fenomena ini menjadi hal yang merugikan. Namun, banyak juga yang memakluminya lantaran hal ini merupakan salah satu cara bagi sang artis untuk tetap berkarya di dunia hiburan.
Psikolog, Kasandra Putranto pun mencoba menyampaikan pendapatnya. Menurut Kasandra, hal tersebut merupakan suatu kebutuhan dari marketing artis di dunia hiburan.
"Ini masalah trend, terutama karena ada kesempatan promo, endorse, kebutuhan marketing. Artis A yang sudah punya nama karena prestasinya, lalu dipasangkan dengan artis B yang baru debut," ujar Kasandra dilansir dari Detik.com. "B dan promotornya harus membayar sejumlah harga untuk bisa tampil bersama A."
Mengenai hal itu, bagi masyarakat awam tentunya menarik saja. Mereka dianggap cukup menikmati dan tak menuai protes.
Kasandra menjelaskan bahwa bentuk settingan-nya juga bermacam-macam. Memang sengaja dibuat bercerita mengenai kisah cinta mereka agar publikasi ke masyarakatnya semakin nyata.
"Nah settingan-nya macam-macam, dibuat banyak story supaya ada nilai publikasinya. Ya menarik-menarik saja, karena masyarakat Indonesia ternyata cukup menikmati," sambungnya.
Tapi, ada juga hal merugikan yang akan dialami artis jika melakukan hubungan settingan. Artis baru yang melakukan settingan dianggap mengambil jalan pintas dalam meraih popularitas. Bagi Kasandra Putranto, pemikiran itu bisa saja muncul di benak masyarakat. Namun, ia merasa wajar dengan adanya settingan lantaran hal itu bagian dari cara kerja industri hiburan.
"Kalau dipersepsikan negatif ya bisa jadi (mencari popularitas). Tapi ini kan memang cara kerja industri entertainment. Makanya ada agensi yang mengurus artis, bagaimana mereka mencari bibit artis baru untuk dipersiapkan dan dilatih, lalu diperkenalkan kepada publik dengan berbagai agendanya," pungkas Kasandra Putranto.
(wk/amel)