Beberapa waktu terakhir beredar kabar bahwa Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan dalam kondisi koma. Bahkan foto-foto yang disebut sebagai 'bukti' kondisi Kim telah beredar luas. Benarkah itu?
- Nidya Putri
- Selasa, 25 Agustus 2020 - 08:58 WIB
WowKeren - Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan berada dalam kondisi koma. Bahkan menurut kabar yang beredar foto-foto Kim dalam kondisi koma selama berbulan-bulan telah menyebar luas.
Namun, semua foto yang beredar tersebut telah dikonfirmasi palsu. Hal ini diungkapkan oleh seorang diplomat Korea Selatan baru-baru ini.
Dilansir dari The Sun, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disebut jarang terlihat di depan umum belakangan ini. Rumor yang beredar menyebut bahwa April lalu operasi jantung Kim gagal.
Chang Song Min, mantan ajudan mantan presiden Korea Selatan Kim Dae Jung, mengklaim adik Kim, Kim Yo Jong berusia 33 tahun, akan mengambil alih posisi Kim Jong Un sebagai pemimpin Korea Utara.
Chang juga menegaskan, gambar atau foto-foto Kim di media Korea Utara dalam beberapa bulan terakhir adalah palsu. "Saya menilai dia sedang koma, tetapi hidupnya belum berakhir," kata Chang Song Min.
Kabar ini ia sampaikan berbarengan ketika Korea Utara dilaporkan menyerahkan beberapa kekuasaan kepada saudara perempuan Kim Jong Un. "Struktur suksesi lengkap belum terbentuk, jadi Kim Yo-jong dikedepankan karena kekosongan (posisi KIm Jong Un) tidak dapat dipertahankan untuk waktu yang lama," imbuhnya.
Spekulasi terkait kabar kesehatan Pemimpin Korea Utara tersebut telah beredar sejak bulan April lalu. Dimana Kim dikabarkan mengalami kondisi kritis hingga meninggal dunia. Namun, rumor tersebut terpatahkan usai kemunculannya saat pembukaan pabrik pupuk 30 mil sebelah utara ibukota Pyongyang, Korea Utara.
Ada juga laporan bahwa kemunculan Kim Jong Un tahun ini jarang terlihat karena Kim tengah melindungi dirinya sendiri selama pandemi Corona berlangsung di seluruh dunia. Adik perempuan Kim dikatakan sebagai salah satu orang kepercayaannya yang paling terpercaya.
"Dia tidak bisa memerintah negara dari militer seperti kakaknya, jadi dia memperluas otoritasnya melalui Departemen Propaganda dan Agitasi, seperti ayahnya Kim Jong-il," sebut salah satu sumber.
(wk/nidy)