25 Politikus Partai Republik Beralih Dukung Joe Biden di Pilpres AS
Getty Images
Dunia

Menanggapi hal ini, juru bicara tim sukses Donald Trump, Tim Murtaugh, menyatakan dukungan untuk Joe Biden dari segelintir politikus Partai Republik tidak berarti apapun.

WowKeren - Sekitar 25 politikus dari Partai Republik yang mengusung Donald Trump dilaporkan beralih untuk mendukung capres dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Hal itu terjadi di hari pertama Kongres Nasional Partai Republik yang digelar pekan ini. Disebutkan bahwa di antara sekitar 25 para politikus Partai Republik yang beralih mendukung Biden adalah mantan senator Jeff Flake dan eks anggota dewan perwakilan dari Pennsylvania, Charlie Dent.

Sedangkan politikus lain dari Partai Republik yang memutuskan mendukung Biden adalah Steve Bartlett, Bill Clinger, Tom Coleman, Charles Djou, Mickey Edwards, Wayne Gilchrest, Jim Greenwood, Bob Inglis, Jim Kolbe, Steve Kuykendall, Ray LaHood, Jim Leach, Susan Molinari, Connie, Mike Parker, Jack Quinn, Claudine Schneider, Christopher Shays, Peter Smith, Alan Steelman, Jim Walsh, Bill Whitehurst, dan Dick Zimmer.

Dilansir dari CNN, Dent menyatakan dia memutuskan mendukung Biden karena kecewa Partai Republik terlalu menitikberatkan perhatian dan mulai ketergantungan dengan sosok Trump. "Banyak mantan anggota Kongres yang tidak senang dengan haluan partai. Kami memahami politik itu dinamis. Namun, ketika mereka berubah seharusnya ke arah lebih baik. Dan saya pikir wajar kalau saya prihatin Partai Republik terlalu mendukung Trump. Saya pikir ada kekhawatiran tentang pemikiran nativisme, proteksionisme dan isolasi," kata Dent.

Sebelumnya, sejumlah politikus Partai Republik lebih dulu terang-terangan menyetakan dukungan pada Biden dalam konvensi Partai Demokrat. Sebut saja mantan Gubernur Ohio John Kasich dan mantan Menteri Luar Negeri Colin Powell. Keduanya bahkan berpidato di Konvensi Nasional Partai Demokrat pekan lalu.


Menanggapi hal ini, juru bicara tim sukses Trump, Tim Murtaugh, menyatakan dukungan untuk Biden dari segelintir politikus Partai Republik tidak berarti apapun. "Joe Biden adalah bentuk kegagalan di Washington selama setengah abad. Jadi tidak mengherankan mereka mencoba melindungi diri sendiri. Dukungan kepada Presiden Trump sangat deras, lebih dari 95 persen, baik di antara kalangan dan simpatisan Republik maupun basis konstituen Biden seperti Afro-Amerika, Latin serta serikat buruh," kata Murtaugh.

Joe Biden sendiri telah mengumumkan bahwa ia memilih Senator Kamala Harris sebagai calon wapres yang bakal mendampinginya di pemilu pada 3 November mendatang.

Penunjukan Harris mendapat beragam reaksi dari sejumlah politikus AS, termasuk mantan presiden Barrack Obama dan Bill Clinton hingga mantan menteri luar negeri Hillary Clinton. Hillary Clinton dalam cuitannya menyambut keputusan bersejarah yang dibuat Biden atas penunjukan Harris. Senada, Bill Clinton juga menyebut Biden telah membuat keputusan tepat atas penunjukan Harris.

Tak hanya itu, sejumlah selebriti juga tak segan menunjukkan dukungan pada pasangan Biden-Harris secara terang-terangan dan berharap mereka akan menjadi pasangan presiden serta wakil di periode selanjutnya. Hal inilah yang disebut-sebut membuat Trump merasa begitu gusar bukan main.

Sebagai informasi tambahan, pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang. Pasangan Joe Biden dan Kamala Harris diperkirakan bakal bersaing ketat dengan duet petahana Donald Trump-Mike Pence. Satu kandidat lagi adalah Jo Jorgensen yang diusung Partai Libertarian.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait