Letnan Gubernur Wisconsin Mandela Barnes mengatakan seorang pria kulit hitam bernama Jacob Blake ditembak tujuh kali oleh aparat Departemen Kepolisian Kenosha, Wisconsin, di depan tiga anaknya.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 26 Agustus 2020 - 07:45 WIB
WowKeren - Insiden penembakan seorang warga kulit hitam Jacob Blake di kawasan Kenosha, Wisconsin, AS, oleh dua orang polisi kulit putih kini tengah menjadi sorotan global. Diketahui, Blake ditembak sebanyak tujuh kali di bagian punggung oleh aparat kepolisian. Kini, kronologi insiden tragis tersebut terungkap.
Letnan Gubernur Wisconsin Mandela Barnes mengatakan Jacob Blake ditembak tujuh kali oleh aparat Departemen Kepolisian Kenosha. Dia menduga penembakan itu dipicu oleh balas dendam. Menurut Barnes, sebenarnya saat itu Blake sedang berusaha melerai pertengkaran yang terjadi di wilayahnya.
"Jacob Blake ditembak di punggung tujuh kali di depan anak-anaknya. Dan biar saya perjelas, ini bukan kecelakaan. Ini bukan pekerjaan polisi yang buruk. Ini terasa seperti semacam balas dendam yang dilakukan pada anggota komunitas kita," kata Barnes seperti dikutip dari CNN.
Dalam potongan video di media sosial, Blake ditembak di kawasan perumahan. Video peristiwa itu memperlihatkan dua petugas polisi yang hanya berjarak satu atau dua langkah dari Blake. Salah satu petugas mengikuti Blake yang melangkah menuju mobil.
Blake terlihat berjalan dari trotoar di sekitar bagian depan mobil ke pintu sisi pengemudi saat petugas mengikutinya dengan senjata mengarah dan berteriak padanya. Saat Blake membuka pintu dan bersandar di mobil, seorang petugas menarik kemejanya dari belakang dan melepaskan tembakan. Sedangkan ketiga anak Blake berada di dalam mobil dan menyaksikan insiden tragis tersebut.
Polisi mengaku dipanggil ke lokasi karena ada pertikaian rumah tangga, tetapi tidak jelas apa yang terjadi sebelumnya. Pria yang mengaku merekam penembakan itu, Raysean White (22), mengatakan bahwa dia melihat Blake berkelahi dengan tiga petugas dan mendengar mereka berteriak "Jatuhkan pisaunya! Jatuhkan pisaunya!" sebelum bunyi tembakan. Dia mengatakan tidak melihat pisau di tangan Blake.
Polisi tidak mengatakan apakah Blake bersenjata atau mengapa polisi melepaskan tembakan. Polisi juga tidak merilis rincian tentang perselisihan itu dan tidak segera mengungkapkan ras ketiga petugas polisi di tempat kejadian penembakan Blake.
Blake sendiri langsung diterbangkan ke rumah sakit di Milwaukee dalam kondisi serius. Namun media lokal pada Senin sore melaporkan bahwa keluarga menyebut kondisi Blake membaik.
Insiden ini langsung menyebabkan gelombang demonstrasi besar-besaran. Gubernur Wisconsin, Tony Evers, bahkan memanggil Garda Nasional untuk menghentikan gelombang demonstrasi yang terus berlanjut. Sebanyak 125 anggota pasukan akan ditempatkan di Kenosha. Mereka diminta untuk menjaga infrastruktur dan memastikan semua orang berada dalam kondisi aman.
Langkah ini dilakukan setelah pengunjuk rasa melakukan aksi bakar mobil. Tak hanya itu, peserta demonstran juga memecahkan jendela sejumlah bangunan dan terlibat dalam bentrokan dengan petugas anti-huru hara.
Tony Evers juga meminta agar pasukan Garda Nasional untuk melindungi para petugas pemadam kebakaran dan semua orang yang terlibat dalam aksi ini. Wisconsin disebut berpotensi menjadi titik baru kerusuhan rasial atas insiden yang terjadi beberapa waktu lalu.
Diketahui, penembakan terhadap Blake terjadi di tengah gelombang demonstrasi di kota-kota di Amerika Serikat, mengecam polisi yang menembak mati pria kulit hitam George Floyd dan Breonna Taylor.
(wk/luth)