Afrika dinyatakan telah bebas dari wabah Polio dengan kasus terakhir dilaporkan di bagian Timur Laut Nigeria empat tahun silam. Ini bak menjadi kabar baik di tengah pandemi COVID-19.
- Elvariza Opita
- Rabu, 26 Agustus 2020 - 11:25 WIB
WowKeren - Dunia sedang diguncang oleh wabah virus Corona, hingga mungkin nyaris melupakan ada beberapa daerah yang turut diguncang oleh epidemi penyakit lain. Seperti misalnya kontingen Afrika yang masih dilanda wabah polio.
Namun ada kabar baik di tengah krisis kesehatan ini, yakni wilayah Afrika siap dinyatakan bebas wabah polio. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (25/8) waktu setempat menyebut wilayah Afrika sudah bebas dari wabah polio, usai kasus terakhir muncul di bagian timur laut Nigeria empat tahun silam.
"Terimakasih kepada pemerintah, donor, tenaga medis, dan komunitas yang sudah bekerja keras," ujar WHO dalam pernyataan resminya. "Sehingga saat ini 1,8 juta anak-anak berhasil bebas dari kelumpuhan seumur hidup (akibat polio)."
Deklarasi bebas polio ini pun disambut meriah oleh para tenaga medis. Seperti misalnya Tunji Funsho, dokter dan aktivis anti-polio Nigeria yang sudah menghabiskan puluhan tahun berjuang melawan penyakit itu.
"Ini jauh lebih dari kebahagiaan biasa. Kita sudah berjuang melawan ini selama lebih dari 30 tahun," kata Funsho. "Ini pencapaian besar. Saya merasa luar biasa bahagia dan lega di saat bersamaan."
Menurutnya deklarasi bebas polio ini merupakan pencapaian luar biasa dalam mengentaskan wabah di level global. Polio ini sendiri memang sudah menjangkiti Afrika sejak dahulu, terutama karena banyaknya negara miskin di wilayah tersebut.
Sebab diketahui vaksin untuk polio, yang diberikan secara oral, ditemukan pada tahun 1950-an. Namun kondisi perekonomian negara-negara Afrika yang kurang, yang juga dijumpai di beberapa wilayah Asia, menyebabkan vaksinnya tak terjangkau di daerah tersebut.
WHO mencatat, pada tahun 1988 saja, ada 350 ribu kasus polio di tingkat global. Dan pada tahun 1996 terdapat lebih dari 70 ribu kasus hanya di Afrika.
Saat ini "tinggal" 30 ribu anak-anak yang masih tidak bisa menjangkau vaksin polio. Selain itu, otoritas masih harus memastikan agar tak ada kasus polio baru dari daerah rawan wabah seperti Afganistan dan Pakistan.
Vaksinasi pun terus digencarkan di Afrika demi mencegah wabah kembali muncul. "Sebelumnya kami tidak bisa tidur sama sekali, sekarang setidaknya kami bisa tidur dengan satu mata tertutup," pungkas Funsho memberi analogi.
(wk/elva)