Demo Kasus Penembakan Jacob Blake Berujung Ricuh, Satu Demonstran Tewas Saat Ditertibkan Polisi
Dunia

Insiden ini terjadi ketika ratusan demonstran kembali berunjuk rasa dan petugas kepolisian dikerahkan untuk menertibkan para pedemo. Bentrokan pecah antara sekelompok pengunjuk rasa dan polisi.

WowKeren - Aksi unjuk rasa imbas penembakan polisi AS pada pria kulit hitam Jacob Blake berujung ricuh. Pasalnya dalam demo yang digelar di Kenosha, Wisconsin, tersebut saat orang demonstran dinyatakan tewas akibat tembakan dan dua lainnya terluka saat polisi menertibkan para pengunjuk rasa.

"Tiga orang ditembak dan satu orang tewas," ujar Sheriff David Beth dari Kenosha County, sebagaimana diberitakan oleh The New York Times.

Kekerasan itu terjadi ketika ratusan demonstran kembali berunjuk rasa atas penembakan Jacob Blake dan petugas polisi dikerahkan untuk menertibkan para pedemo. Bentrokan pecah antara sekelompok pengunjuk rasa dan polisi. Pengunjuk rasa menembakkan kembang api, sementara petugas penegak hukum meresponsnya dengan menembakkan peluru karet.

Sebuah rekaman video yang diposting secara daring memperlihatkan ketika suara tembakan terdengar, orang-orang berlarian di jalanan Kenosha, Wisconsin. Video itu juga menunjukkan orang-orang yang terluka tergeletak di tanah. Hingga saat ini, kepolisian Kenosha County masih menyelidiki kasus penembakan demonstran tersebut.

Di sisi lain, insiden penembakan seorang warga kulit hitam Jacob Blake di kawasan Kenosha, Wisconsin, AS, oleh dua orang polisi kulit putih kini tengah menjadi sorotan global. Diketahui, Blake ditembak sebanyak tujuh kali di bagian punggung oleh aparat kepolisian.

Usai insiden tersebut, Blake langsung diterbangkan ke rumah sakit di Milwaukee dalam kondisi kritis. Blake yang berada dalam kondisi kritis selesai menjalani operasi pengangkatan peluru pada Selasa sore waktu setempat. Laporan terbaru menyatakan bahwa Blake diprediksi bakal lumpuh seumur hidup jika nyawanya berhasil diselamatkan.


Video penembakan Blake sendiri telah beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan dua petugas polisi yang hanya berjarak satu atau dua langkah dari Blake. Salah satu petugas mengikuti Blake yang melangkah menuju mobil.

Blake terlihat berjalan dari trotoar di sekitar bagian depan mobil ke pintu sisi pengemudi saat petugas mengikutinya dengan senjata mengarah dan berteriak padanya. Saat Blake membuka pintu dan bersandar di mobil, seorang petugas menarik kemejanya dari belakang dan melepaskan tembakan. Sedangkan ketiga anak Blake berada di dalam mobil dan menyaksikan insiden tragis tersebut.

Polisi mengaku dipanggil ke lokasi karena ada pertikaian rumah tangga, tetapi tidak jelas apa yang terjadi sebelumnya. Pria yang mengaku merekam penembakan itu, Raysean White (22), mengatakan bahwa dia melihat Blake berkelahi dengan tiga petugas dan mendengar mereka berteriak "Jatuhkan pisaunya! Jatuhkan pisaunya!" sebelum bunyi tembakan. Dia mengatakan tidak melihat pisau di tangan Blake.

Polisi tidak mengatakan apakah Blake bersenjata atau mengapa polisi melepaskan tembakan. Polisi juga tidak merilis rincian tentang perselisihan itu.

Insiden ini langsung menyebabkan gelombang demonstrasi besar-besaran. Gubernur Wisconsin, Tony Evers, bahkan memanggil Garda Nasional untuk menghentikan gelombang demonstrasi yang terus berlanjut. Sebanyak 125 anggota pasukan akan ditempatkan di Kenosha. Mereka diminta untuk menjaga infrastruktur dan memastikan semua orang berada dalam kondisi aman.

Langkah ini dilakukan setelah pengunjuk rasa melakukan aksi bakar mobil. Tak hanya itu, peserta demonstran juga memecahkan jendela sejumlah bangunan dan terlibat dalam bentrokan dengan petugas anti-huru hara.

Tony Evers juga meminta agar pasukan Garda Nasional untuk melindungi para petugas pemadam kebakaran dan semua orang yang terlibat dalam aksi ini. Wisconsin disebut berpotensi menjadi titik baru kerusuhan rasial atas insiden yang terjadi beberapa waktu lalu akibat tewasnya George Floyd.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts