Sejumlah pabrik yang berada di kawasan Cikarang telah menjadi klaster penyebaran virus corona. Gubernur Ridwan Kamil lantas mengungkap dugaan penyebabnya.
- Ruth Meliana
- Kamis, 27 Agustus 2020 - 19:33 WIB
WowKeren - Sejumlah pabrik yang berada di kawasan industri MM2000 Cikarang, Kabupaten Bekasi telah menjadi klaster penyebaran virus corona (COVID-19). Dilaporkan ratusan karyawan dari tiga pabrik di kawasan tersebut positif terinfeksi virus corona.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil lantas mengungkapkan dugaan penyebab transmisi penularan virus corona. Menurutnya, penularan COVID-19 terhadap para pegawai terjadi di luar lingkungan pabrik.
”Apakah dia mampir dulu ke pasar penuh keramaian sorenya nongkrong dulu,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung seperti dilansir dari Detik pada Kamis (27/8). “Nah itu yang kadang-kadang saya secara teori lebih meyakini kemungkinan terpaparnya pada saat di luar pabriknya.”
Mantan Wali Kota Bandung ini kemudian ikut mengingatkan para pimpinan perusahaan untuk memastikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 diterapkan kepada karyawannya. Salah satunya adalah meminta karyawan yang pulang dari kantor untuk tetap berusaha disiplin menerapkan protokol kesehatan agar tidak tertular dan membawa virus ke lingkungan kerja.
”Karena problem-nya yang memperumit epidemologi adalah OTG ini kan enggak kelihatan,” jelas Ridwan Kamil. “Dites pakai apa, suhu dia normalkan perilakunya sehat-sehat aja tapi di dalamnya mengandung virus.”
”Maka kuncinya adalah dengan ini kami akan agresif testing di industri, salah satu langkah yang konkret,” sambungnya. “Kedua meminta industri segera menegakkan disiplin baik di tempat kerja maupun di rumah.”
Dengan adanya sejumlah klaster tersebut, Ridwan mengatakan hal tersebut menjadi bukti jika pelaku industri pun tidak kebal dengan serangan wabah. Ia meminta agar semua pihak waspada dan jangan hanya fokus pada pemulihan ekonomi ini saja tanpa memperhatikan aspek kesehatan karena bisa sia-sia.
”Tapi kalau ternyata ada klastering berarti ada perilaku selama ini yang kurang mengikuti protokol, apakah memakai masker nya tidak disiplin?,” jelas Ridwan. “Apakah jaga jaraknya tidak dilakukan apakah cuci tangan tidak dilakukan atau ada orang OTG yang tidak teridentifikasi.”
(wk/lian)